Potong Rambut Paskibraka Badung Jadi Momentum Penguatan Karakter dan Kesadaran Anti Narkoba

0
43
Foto: Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa memimpin prosesi potong rambut Paskibraka Badung 2026 sekaligus memberikan edukasi bahaya narkoba, (12/8). (Humbdg).

Bunda Anti Narkoba Badung Rasniathi: Paskibraka Harus Jadi Teladan Pemuda yang Bersih, Sehat dan Berprestasi

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Prosesi potong rambut anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung Tahun 2026 menjadi momentum penguatan karakter sekaligus menanamkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Made Bali, Rabu (12/8/2026), dipimpin langsung Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Prosesi tersebut dirangkaikan dengan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada seluruh anggota Paskibraka yang tengah menjalani pemantapan latihan.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, para pembina dan pelatih, serta seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Badung yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam arahannya, Rasniathi mengatakan prosesi potong rambut bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang pelaksanaan tugas pengibaran bendera. Prosesi tersebut memiliki makna sebagai simbol kesiapan, kedisiplinan, kesetaraan, dan pembentukan karakter para anggota Paskibraka.

“Potong rambut ini adalah tanda bahwa kalian sedang membentuk karakter yang tangguh, bersih, dan berwibawa. Tampil rapi mencerminkan hati yang tertib, pikiran yang bersih, serta tekad yang kuat untuk menjadi teladan bagi generasi muda lain di Kabupaten Badung,” ujar Rasniathi.

Menurutnya, pembinaan Paskibraka tidak cukup hanya melalui latihan fisik dan kemampuan baris-berbaris. Para anggota juga harus memiliki mental kuat, integritas, tanggung jawab, serta sikap yang mencerminkan nilai-nilai positif generasi muda.

Karena itu, masa pemantapan latihan diharapkan menjadi proses pembelajaran yang mampu membentuk pribadi anggota Paskibraka agar semakin disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi juga memberikan perhatian khusus terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Ia menegaskan anggota Paskibraka merupakan generasi pilihan sekaligus representasi pemuda Kabupaten Badung. Karena itu, mereka harus mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Prosesi Ngratep, Melaspas dan Pasupati Pelawatan Ida Bhatara Pura Puseh Sumerta

“Kalian adalah generasi pilihan, harapan keluarga dan kebanggaan daerah. Jangan pernah menyentuh narkoba dalam bentuk apa pun. Jadilah pemuda yang sehat, cerdas, berprestasi, dan bermanfaat,” tegasnya.

Rasniathi mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan dan menghambat generasi muda dalam mencapai cita-cita.

Ia mengajak para anggota Paskibraka mengisi masa muda dengan berbagai kegiatan positif, meningkatkan prestasi, serta mengikuti seluruh proses latihan dengan sungguh-sungguh.

“Sosialisasi ini kami gencarkan agar kalian sadar sejak dini, narkoba bukan solusi, melainkan penghancur mimpi dan masa depan,” ujarnya.

Pesan tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak berhenti di lingkungan Paskibraka. Para anggota juga diharapkan mampu menyampaikan kembali edukasi tentang bahaya narkoba kepada teman sebaya dan lingkungan masing-masing.

Baca Juga:  Seluruh Fraksi Setujui Perubahan KUA-PPAS 2026, Wawali Arya Wibawa: Wujud Sinergitas Percepatan Pembangunan Denpasar

Dengan demikian, Paskibraka dapat menjadi bagian dari gerakan generasi muda Badung yang memiliki kesadaran kuat untuk menjauhi narkoba dan berbagai bentuk pergaulan yang dapat merusak masa depan.

Lebih lanjut, Rasniathi memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka, pelatih, pembina, panitia, serta instansi terkait yang telah mendukung seluruh rangkaian persiapan.

Menurutnya, kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, dan karakter harus berjalan beriringan agar para anggota mampu menjalankan tugas pengibaran bendera secara optimal pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia berharap seluruh proses pemantapan dapat melahirkan pasukan pengibar bendera yang tidak hanya tampil gagah dan berwibawa, tetapi juga memiliki integritas serta menjadi generasi muda yang bersih dari narkoba.

“Semoga kalian menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, bangga, dan penuh semangat. Tunjukkan kepada semua, pemuda Badung itu hebat, bersih, dan berprestasi. Selamat berlatih dengan giat,” pungkasnya.

Prosesi potong rambut dan sosialisasi anti narkoba tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Badung yang tidak hanya memiliki kemampuan dan disiplin, tetapi juga berkarakter kuat, memiliki kesadaran sosial, serta berkomitmen menjaga masa depan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here