Denpasar Tattoo Fest 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif dan Ruang Ekspresi Seni Urban

0
72
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa meninjau pelaksanaan Denpasar Tattoo Fest 2026 yang digelar di Ruang Pameran Dharma Negara Alaya, Jumat (24/7), sebagai bagian dari rangkaian D'Youth Fest 6.0.

“Arya Wibawa Apresiasi Festival sebagai Wadah Kolaborasi Seniman Tattoo dan Penggerak Industri Kreatif

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Denpasar Tattoo Fest 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian D’Youth Fest 6.0. Festival yang berlangsung di Ruang Pameran Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (24/7) hingga Sabtu (25/7), menjadi ruang apresiasi bagi para seniman tattoo sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di Kota Denpasar.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, hadir langsung meninjau pelaksanaan festival didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar, AA Ngurah Mahendra.

Dalam kunjungannya, Arya Wibawa berkeliling mengunjungi booth para tattoo artist, berdialog dengan peserta, serta menyaksikan secara langsung proses pembuatan karya tattoo yang ditampilkan selama festival berlangsung.

Menurut Arya Wibawa, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen memberikan ruang bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkarya, berkolaborasi, serta memperluas jejaring profesional.

Ia menilai seni tattoo merupakan salah satu bentuk ekspresi artistik yang terus berkembang dan memiliki potensi ekonomi yang semakin besar seiring meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap industri kreatif.

Baca Juga:  Hari Anak Nasional 2026 di Denpasar Usung "Sastraning Rare", Wawali Arya Wibawa Ajak Lindungi Hak Anak dan Bangun Masa Depan

“Kami mengapresiasi pelaksanaan Denpasar Tattoo Fest sebagai wadah kreativitas para seniman tattoo. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat tattoo dari perspektif seni dan ekonomi kreatif. Harapannya, festival ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menjadi daya tarik baru dalam dinamika budaya urban di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa.

Ia menambahkan, perkembangan subsektor ekonomi kreatif membutuhkan ruang-ruang ekspresi yang sehat, inklusif, dan mampu mempertemukan pelaku industri kreatif dengan masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Panitia Denpasar Tattoo Fest 2026, Putu Agus Eka Prasantika, menjelaskan bahwa festival tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi tattoo, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan tattoo sebagai bagian dari karya seni kontemporer.

Festival ini juga diharapkan mampu mengurangi stigma negatif terhadap seni tattoo melalui pendekatan edukatif serta memperlihatkan proses kreatif yang mengedepankan nilai artistik, profesionalisme, dan kreativitas.

“Denpasar Tattoo Fest tahun ini diikuti sekitar 20 tattoo artist dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Selain tattoo exhibition, kami juga menghadirkan talkshow, street photography, hiburan musik, hingga penampilan Robby Navicula. Kami berharap festival ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang apresiasi sekaligus pengembangan industri tattoo di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Denpasar Tattoo Fest menjadi ruang kolaborasi antara pelaku industri tattoo, komunitas kreatif, dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan seni alternatif.

Melalui penyelenggaraan festival ini, Denpasar semakin mempertegas posisinya sebagai kota kreatif yang mendorong lahirnya ruang-ruang ekspresi seni yang inklusif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan budaya urban.

Festival ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif melalui peningkatan jejaring, promosi karya seniman lokal, serta pengembangan subsektor kreatif yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here