Hadiri Karya di Desa Pangyangan, Wagub Giri Prasta Dorong Taman Bali Banten untuk Kemandirian Krama

0
93
Foto: Giri Prasta saat menghadiri Upacara Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapadudusan Alit, Wraspati Kalpa Utama, lan Ngusaba Desa di Pura Kahyangan Tiga, yakni Pura Desa lan Puseh, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Selasa (7/7).

JEMBRANA, KEN-KEN – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, mengajak masyarakat Jembrana untuk mengembangkan Taman Bali Banten sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus memudahkan krama dalam memenuhi kebutuhan sarana upacara.

Hal tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri Upacara Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapadudusan Alit, Wraspati Kalpa Utama, lan Ngusaba Desa di Pura Kahyangan Tiga, yakni Pura Desa lan Puseh, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Selasa (7/7). Upacara tersebut bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Giri Prasta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada warga Desa Pangyangan yang telah bergotong royong membangun dan melaksanakan karya di Pura Kahyangan Tiga. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan adat, agama, dan budaya Bali.

Baca Juga:  PSEL Bali Resmi Dibangun, Koster: Jika Selesai, Sampah Bali Bisa Ditangani Tuntas

Giri Prasta menekankan bahwa persatuan, kerja sama, solidaritas, semangat gotong royong, dan rasa persaudaraan harus menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat tersebut, pelaksanaan yadnya seberat apa pun akan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama.

“Ngiring sagilik-saguluk salunglung sabayantaka. Dengan begitu, yadnya seberat apa pun akan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama. Hilangkan rasa dengki agar upacara suci, mulai dari persiapan hingga selesai, senantiasa diberikan kemudahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menyampaikan pentingnya membangun perekonomian masyarakat yang sehat dan berkelanjutan melalui pengembangan Taman Bali Banten. Konsep ini berupa kawasan khusus yang ditanami berbagai jenis tanaman dan bahan kebutuhan upacara.

Adapun tanaman yang dapat dikembangkan antara lain janur, daun pisang, daun beringin, daun sirih, daun pandan, bunga, kelapa, pisang, pinang, serta berbagai tanaman penunjang upakara lainnya.

Menurut Giri Prasta, keberadaan Taman Bali Banten akan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain memudahkan krama memperoleh sarana upacara, taman tersebut juga dapat menggerakkan perekonomian desa melalui pemanfaatan lahan produktif dan pemberdayaan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa Pura Kahyangan Tiga merupakan pura tempat berstananya Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Brahma, Wisnu, dan Iswara. Karena itu, Pura Kahyangan Tiga merupakan milik seluruh krama desa tanpa membedakan kasta maupun strata sosial.

Baca Juga:  Proyek PSEL Bali Resmi Dimulai, Wali Kota Jaya Negara Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah Pusat

Usai melaksanakan persembahyangan bersama, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, turut melaksanakan penandatanganan prasasti Pura Desa lan Puseh, Desa Pangyangan.

Melalui pelaksanaan karya ini, Giri Prasta berharap krama Desa Pangyangan semakin memperkuat rasa persaudaraan, menjaga kesucian pura, serta terus melestarikan adat, budaya, dan tradisi leluhur sebagai bagian dari jati diri masyarakat Bali.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here