PSEL Bali Resmi Dibangun, Koster: Jika Selesai, Sampah Bali Bisa Ditangani Tuntas

0
44
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster, Pemerintah Pusat, Danantara, PLN, Pemprov Bali, Pemkot Denpasar, dan pemangku kepentingan terkait.

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali.

Pembangunan fasilitas yang menjadi proyek pertama dalam program percepatan PSEL nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tersebut resmi dimulai di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (Buda Umanis Medangsia, 8/7).

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa dimulainya pembangunan PSEL pada hari yang baik menurut penanggalan Bali merupakan bentuk ikhtiar agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai tepat waktu.

“Niat baik Bapak Presiden juga dijalankan dengan cara yang baik, dengan memilih hari yang baik untuk memulai pembangunan PSEL ini,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur Koster menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar telah berbagi tugas dalam menyiapkan pembangunan proyek strategis tersebut. Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan lahan bersama Pelindo seluas sekitar enam hektare, sementara Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan pematangan lahan guna mendukung percepatan pembangunan.

Ia berharap pembangunan PSEL Bali dapat diselesaikan sesuai target dalam waktu satu tahun delapan bulan atau sekitar Oktober 2027, sehingga fasilitas tersebut dapat segera beroperasi.

“Semoga pembangunan ini selesai tepat waktu. Jika PSEL ini selesai, maka persoalan sampah di Bali dapat ditangani secara tuntas,” katanya.

Gubernur Koster menegaskan, keberadaan PSEL sangat penting bagi Bali yang merupakan destinasi pariwisata dunia sekaligus penopang utama perekonomian daerah. Berdasarkan data terakhir, kunjungan wisatawan ke Bali telah mencapai lebih dari 16 juta orang, terdiri atas sekitar 7,5 juta wisatawan mancanegara dan 9,3 juta wisatawan domestik.

Menurutnya, sektor pariwisata berkontribusi sekitar 65 persen terhadap perekonomian Bali dan turut memberikan kontribusi besar bagi pariwisata nasional. Karena itu, penyelesaian persoalan sampah menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.

“Mewakili Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Bali, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden atas dukungan terhadap pembangunan PSEL ini. Kami akan terus mengawal pelaksanaan pekerjaan agar berjalan dengan baik sesuai target,” tegasnya.

Baca Juga:  Apel Siaga Pilah Sampah Dipusatkan di Bali, Gubernur Koster Ajak Tuntaskan dari Sumber

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan keberhasilan pembangunan PSEL Bali merupakan hasil sinergi seluruh pihak. Menurutnya, sesuai arahan Presiden, persoalan sampah harus segera diselesaikan agar tidak menjadi beban generasi mendatang.

Karena itu, pembangunan PSEL dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

“Tanpa sinergi seluruh pihak, proyek ini tidak akan berjalan dengan baik dan cepat. Kami di Danantara optimistis pembangunan PSEL Bali dapat diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turut mengapresiasi semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan di Bali yang menjadi kekuatan utama dalam mendukung percepatan pembangunan PSEL.

Ia menyampaikan, penyederhanaan regulasi serta kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, Danantara, dan seluruh pihak terkait menjadi fondasi penting dalam mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional. Dengan demikian, program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, Danantara bergerak cepat menindaklanjuti program percepatan pembangunan PSEL.

Tahapan yang telah dilakukan meliputi proses seleksi mitra strategis, negosiasi, pembentukan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP), penandatanganan joint venture agreement, proses perizinan, hingga pematangan lahan sebagai dasar dimulainya pembangunan proyek.

Baca Juga:  Proyek PSEL Bali Resmi Dimulai, Wali Kota Jaya Negara Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah Pusat

PSEL Bali dirancang menggunakan teknologi moving grate incinerator, yakni teknologi yang telah digunakan secara luas di berbagai negara. Fasilitas ini juga dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) berlapis dengan standar emisi Eropa atau EU IED.

Teknologi tersebut diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 80 persen dibandingkan metode pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Selain menjadi solusi pengelolaan sampah modern, PSEL Bali juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap penyediaan energi hijau dan pertumbuhan ekonomi daerah. Fasilitas dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun ini memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari.

PSEL Bali juga diproyeksikan mampu memasok kebutuhan listrik bagi sekitar 100.000 rumah serta menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja hijau selama masa konstruksi dan operasional. Target operasi komersial fasilitas ini dijadwalkan pada Semester I Tahun 2028.

Lebih dari sekadar fasilitas pengolahan sampah, PSEL Bali juga dirancang menyatu dengan identitas budaya Bali melalui filosofi Tri Hita Karana. Desain fasilitas ini mengadopsi arsitektur lokal, menggunakan material daerah, serta dilengkapi visitor center dan jalur edukasi bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum.

Melalui pembangunan PSEL Bali, Pemerintah Provinsi Bali optimistis persoalan sampah dapat ditangani secara lebih efektif. Kehadiran fasilitas ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Pulau Dewata.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here