Serahkan Hadiah Ogoh-Ogoh, Gubernur Koster-Wagub Giri Prasta Minta STT Kembangkan Kreativitas dan Kuatkan Jati Diri Bali

0
83
Foto: Sekaa Teruna Teruni penerima penghargaan Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta

DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5). Dalam kesempatan tersebut, keduanya mengajak Sekaa Teruna Teruni (STT) terus mengembangkan kreativitas, menjaga semangat gotong royong, serta memperkuat jati diri Bali melalui karya seni budaya.

Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 rupanya belum benar-benar padam di Bali. Di balik sunyinya Nyepi yang telah berlalu, kreativitas generasi muda Pulau Dewata justru terus menyala melalui karya ogoh-ogoh yang semakin bernilai artistik, kreatif, dan sarat makna filosofis.

Dalam suasana penuh kebanggaan, Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta kompak memberikan apresiasi kepada para Sekaa Teruna Teruni yang dinilai berhasil menjaga denyut budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Lepas Jalan Sehat HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman

Bagi Gubernur Koster, ogoh-ogoh bukan lagi sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi. Lebih dari itu, ogoh-ogoh telah menjadi simbol ketangguhan, solidaritas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya leluhur Bali.

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Wayan Koster.

Momentum penghargaan tersebut juga menjadi ruang dialog antara Pemerintah Provinsi Bali dengan para generasi muda pelestari tradisi. Saat berdialog langsung dengan penerima penghargaan, Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta mendapat penjelasan bahwa proses pembuatan ogoh-ogoh membutuhkan waktu panjang, bahkan mencapai empat hingga lima bulan.

Tidak hanya dari sisi waktu, biaya produksi ogoh-ogoh juga tidak sedikit. Beberapa karya bahkan membutuhkan anggaran lebih dari Rp50 juta. Namun, besarnya biaya tersebut lahir dari semangat gotong royong, pengorbanan waktu, tenaga, dan kebersamaan pemuda di banjar-banjar Bali.

Para generasi muda tersebut juga menceritakan bagaimana mereka rela begadang berbulan-bulan demi menghasilkan karya terbaik yang nantinya diarak dalam prosesi pengerupukan. Dedikasi itu menjadi bukti bahwa tradisi ogoh-ogoh masih hidup kuat di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Buka BBGRM Denpasar 2026, Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Kebersamaan

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta kepada sepuluh Sekaa Teruna Teruni favorit pilihan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali.

Adapun sepuluh STT penerima penghargaan tersebut yakni STT Anom Darsana dari Karangasem, ST Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA Purbawisesa dari Jembrana, ST Sukarela dari Denpasar, ST Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST Swadharmita dari Klungkung, STT Ananta Genta Laksana dari Tabanan, STT Munca Sari dari Tabanan, ST Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST Bhuana Kusuma dari Badung.

Melalui penghargaan ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap generasi muda terus menjadikan ogoh-ogoh sebagai ruang ekspresi seni, kreativitas, dan pelestarian nilai budaya. Tradisi ini juga diharapkan semakin memperkuat semangat menyama braya, gotong royong, dan kecintaan terhadap jati diri Bali.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here