
DENPASAR, KEN-KEN – Para Sekaa Teruna Teruni penerima penghargaan Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta terhadap kreativitas generasi muda Bali. Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi bagi para pemuda banjar untuk terus menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan, dan melestarikan budaya leluhur.
Suasana penuh kehangatan terasa menjelang berakhirnya acara penyerahan piagam penghargaan dan hadiah pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5). Satu per satu para penerima penghargaan mendekati Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta untuk berjabat tangan.
Dengan wajah sumringah dan penuh kebanggaan, para generasi muda tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Bali terhadap kreativitas Sekaa Teruna Teruni.
“Matur suksma Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka bergantian.
Momen sederhana itu menjadi penegas bahwa perhatian pemerintah terhadap ruang kreativitas anak muda memiliki arti penting. Bagi para STT, penghargaan tersebut bukan semata-mata hadiah, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras, kebersamaan, dan dedikasi mereka dalam menjaga tradisi ogoh-ogoh.
Di balik karya ogoh-ogoh yang megah dan memukau masyarakat saat malam pengerupukan, tersimpan proses panjang yang membutuhkan kesungguhan. Para pemuda banjar harus mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya untuk menghasilkan karya terbaik.
Proses pengerjaan ogoh-ogoh bahkan dapat berlangsung hingga empat sampai lima bulan. Biaya produksi yang dikeluarkan pun tidak sedikit, bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp50 juta. Namun, semua itu dijalani dengan semangat gotong royong dan rasa cinta terhadap budaya Bali.
Gubernur Wayan Koster sebelumnya menyampaikan bahwa ogoh-ogoh merupakan wahana penting bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat jati diri. Menurutnya, bakat seni yang dimiliki generasi muda Bali merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Wayan Koster.
Dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali melalui penghargaan dan dana pembinaan diharapkan dapat semakin memacu semangat Sekaa Teruna Teruni dalam berkarya. Tidak hanya untuk menghasilkan ogoh-ogoh yang megah secara visual, tetapi juga karya yang mengandung nilai filosofi, etika, dan pesan budaya.
Di tengah derasnya modernisasi dan perubahan zaman, generasi muda Bali menunjukkan bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi ruang kreatif untuk mengekspresikan identitas, memperkuat solidaritas, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup.
Melalui semangat tersebut, ogoh-ogoh bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh juga menjadi simbol bahwa generasi muda Bali masih berdiri di garis depan dalam menjaga nyala budaya agar tetap megah, hidup, dan diwariskan kepada masa depan.
Editor: Ken


