
DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri sekaligus melepas kegiatan jalan sehat bersama serangkaian peringatan HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman di kawasan Pantai Padanggalak, Kesiman, Sabtu (9/5).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi momentum untuk terus menggelorakan pola hidup sehat melalui olahraga. Selain itu, peringatan HUT ini juga menjadi ajang memperkuat komitmen bersama dalam memajukan LPD sebagai pilar ekonomi desa adat menuju kesejahteraan krama.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede; Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya; Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka; Panglingsir Puri Kesiman, A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana; Sekcam Denpasar Timur, I.B. Upawana Manuaba; perbekel/lurah se-Desa Kesiman; Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna; serta undangan lainnya.
Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, didampingi Ketua LPD Desa Adat Kesiman, I Wayan Artana, mengatakan bahwa HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman mengusung tema “Dreste Danam Suvita.” Tema ini bermakna melalui adat, seni, dan budaya, LPD diharapkan semakin berkarakter serta menjadi kebanggaan desa adat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Tentunya melalui peringatan HUT ke-35 LPD Desa Adat Kesiman ini, kami berharap LPD terus tumbuh menjadi kebanggaan desa dalam mewujudkan kesejahteraan krama,” ujarnya.
Ketua LPD Desa Adat Kesiman, I Wayan Artana, menambahkan bahwa berbagai kegiatan telah dilaksanakan menjelang puncak HUT. Kegiatan tersebut antara lain pemberian santunan kepada 23 anak yatim piatu se-Desa Adat Kesiman, pemberian beasiswa kepada 19 siswa SD, SMP, dan SMA di wilayah Desa Adat Kesiman, serta penyerahan 30 paket sembako kepada para pemangku se-Desa Adat Kesiman.
Selain itu, dalam rangkaian HUT ke-35 LPD Kesiman juga dilaksanakan ngaturang busana pemangku kepada Mangku Gede Kahyangan Tiga, yakni Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem. LPD Desa Adat Kesiman juga memberikan bantuan kepada Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya di Biaung, serta melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Ida Bhatara Turun Kabeh ke Pura Batur dan Pura Besakih.
“Selain kegiatan pra-HUT, kami juga mengadakan beberapa lomba atau wimbakara, yakni lomba mekidung, lomba merangkai gebogan, lomba nyurat aksara Bali tingkat SD, dan lomba TikTok PKK dengan tema registrasi atau instalasi Mobile Banking M-Pise LPD. Pada puncak HUT kali ini juga digelar donor darah, pengundian hadiah jalan sehat, dan pengundian hadiah tabungan,” ujarnya.
Artana menambahkan, LPD Kesiman merupakan salah satu LPD dengan aset terbesar di Bali. Pada tahun 2025, LPD Kesiman berada di peringkat ketujuh se-Provinsi Bali dari sisi aset. Bahkan, LPD Kesiman juga mampu membukukan laba tertinggi dalam tiga tahun terakhir, yakni mencapai Rp14 miliar di tingkat Provinsi Bali.
“Kepada para relasi dan rekanan yang sudah membantu penyelenggaraan HUT ke-35 LPD Kesiman ini, kami ucapkan terima kasih. Jika ada hal-hal yang kurang berkenan dalam penyambutan kami, mohon dimaafkan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa momentum HUT ke-35 ini menjadi ajang memperkuat sinergi dalam menjaga eksistensi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai pilar ekonomi kerakyatan berbasis adat dan budaya Bali.
Arya Wibawa juga memberikan apresiasi atas kiprah LPD Desa Adat Kesiman yang dinilai mampu tumbuh dan berkembang secara konsisten selama 35 tahun dalam mendukung perekonomian masyarakat adat.
“LPD bukan hanya lembaga keuangan, namun juga menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan ekonomi desa adat. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan memajukan LPD agar semakin kuat, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi krama desa,” ujar Arya Wibawa.
Ia menegaskan, kemajuan LPD akan berdampak langsung terhadap penguatan desa adat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, desa adat dan LPD merupakan dua elemen yang saling mendukung dalam menjaga stabilitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Bali.
“Mari kita terus bersatu, memperkuat desa adat, memperkuat LPD, sehingga tujuan besar untuk menyejahterakan rakyat dapat terwujud bersama. Pemerintah Kota Denpasar tentu akan terus hadir mendukung berbagai program positif yang dijalankan desa adat demi kemajuan masyarakat,” katanya.
Editor: Ken


