
TABANAN, KEN-KENKHABARE – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai, mendukung keberlanjutan aksi sosial dan pembinaan kader Posyandu melalui kegiatan “Membina dan Berbagi” yang digelar TP Posyandu Provinsi Bali, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang dipimpin Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, berlangsung di Wantilan Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, dan Wantilan Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat. Selain memberikan bantuan sosial kepada kader, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas kader sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 kader Posyandu di dua desa menerima bantuan berupa beras, telur, dan susu. Di Desa Belimbing, bantuan disalurkan kepada 80 kader, terdiri atas 2.400 kilogram beras, 160 krat atau 4.800 butir telur, serta 160 kotak susu.
Sementara itu, di Desa Antosari, sebanyak 70 kader menerima 2.100 kilogram beras, 140 krat atau 4.200 butir telur, serta 140 kotak susu. Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap dedikasi kader yang selama ini berperan aktif mendukung pelayanan Posyandu di tengah masyarakat.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa penguatan kapasitas kader menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan transformasi Posyandu. Menurutnya, kader perlu memiliki pemahaman dasar yang kuat agar mampu menjalankan tugas dan fungsi pelayanan secara optimal.
“Yang pertama harus dilakukan adalah penguatan kader, agar dasar pemahaman dan pondasinya harus kuat. Tugas pokok kami adalah membina Posyandu melalui kegiatan Membina dan Berbagi, terutama berbagi ilmu tentang Posyandu dan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ujarnya.
Ia berharap pembinaan yang dilaksanakan di tingkat provinsi dapat diteruskan oleh TP Posyandu kabupaten, dengan menyesuaikan kemampuan dan dukungan pemerintah daerah masing-masing.
Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, juga menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai prinsip dasar Posyandu enam bidang SPM. Para kader, menurutnya, perlu memahami tahapan pelaksanaan tugas, peran, serta fungsi masing-masing agar transformasi Posyandu dapat berjalan dengan baik.
“Para kader harus mengetahui dan memahami prinsip-prinsip dasar Posyandu enam SPM, apa yang menjadi tugas kader, bagaimana tahapan pelaksanaan tugas, serta apa peran dan fungsinya. Semua itu wajib dipahami agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Bunda Rai mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan TP Posyandu Provinsi Bali. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya membantu para kader, tetapi juga menjadi sumber motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pemberian bantuan ini tentu menjadi kebahagiaan bagi para kader sekaligus motivasi agar mereka dapat bekerja lebih baik lagi. Kader merupakan ujung tombak Posyandu, sehingga penguatan kapasitas dan perhatian terhadap kesejahteraan mereka menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bunda Rai menegaskan komitmen TP Posyandu Kabupaten Tabanan untuk melanjutkan pembinaan dan pemberian motivasi secara berjenjang. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat kegiatan sehingga perhatian terhadap kader tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu.
Kabupaten Tabanan saat ini memiliki 8.532 kader Posyandu. Jumlah tersebut menjadi potensi penting sekaligus tantangan dalam memastikan penguatan kapasitas dan dukungan terhadap kader dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.
“Kami di TP Posyandu Kabupaten Tabanan akan terus melanjutkan kegiatan seperti ini agar seluruh kader kami yang berjumlah 8.532 orang bisa secara merata memperoleh perhatian dan motivasi. Kami juga telah mendorong para Ketua TP Posyandu kecamatan dan desa untuk meneruskan kegiatan serupa sehingga semakin banyak kader yang merasakan manfaatnya,” kata Bunda Rai.
Melalui kegiatan “Membina dan Berbagi”, sinergi antara TP Posyandu Provinsi Bali, pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan para kader diharapkan semakin kuat. Pembinaan yang berkelanjutan serta peningkatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan Posyandu enam bidang SPM yang lebih optimal, merata, dan berkualitas di Kabupaten Tabanan.
Bunda Rai juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak kader memperoleh manfaat, sekaligus mendorong peningkatan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap pelayanan dasar melalui Posyandu.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimTabanan


