Koster Sambut Tawaran Kerja Sama Ningxia Hui, Jajaki Pariwisata hingga Energi Hijau

0
1025
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi delegasi Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, Tiongkok, yang dipimpin Dou Jingli di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (28/10/2026). (Ist)

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik tawaran kerja sama dari Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, Tiongkok, dalam sejumlah sektor strategis, mulai dari kebudayaan, pariwisata, perdagangan, pertanian, hingga energi hijau. Untuk merealisasikan peluang tersebut, Koster mengusulkan pembentukan tim yang bertugas merumuskan program kerja sama konkret antara kedua daerah.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menerima audiensi delegasi Ningxia yang dipimpin anggota Komite Tetap Komite Partai Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia sekaligus Kepala Departemen Front Persatuan, Dou Jingli, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (28/10/2026).

Koster mengapresiasi kunjungan delegasi Ningxia dan mendukung penguatan hubungan kerja sama antara Bali dan Tiongkok. Menurutnya, sejumlah sektor yang ditawarkan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Terima kasih atas kunjungannya ke Bali. Saya menyambut baik tindak lanjut kerja sama yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Terkait penawaran kerja sama yang disampaikan, kami sangat setuju,” ujar Koster.

Baca Juga:  Ny. Antari Jaya Negara Buka Rapat Kerja Bunda Literasi Se-Kota Denpasar Tahun 2023

Salah satu sektor yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali adalah pengembangan energi bersih. Koster menjelaskan, Bali saat ini berfokus pada pengembangan energi bersih dan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Karena itu, kerja sama di bidang energi hijau dinilai menjadi salah satu peluang strategis yang dapat dijajaki bersama Ningxia, selain sektor kebudayaan, pariwisata, perdagangan, dan pertanian.

“Untuk tindak lanjut pertemuan ini, sebaiknya dibentuk tim yang mengomunikasikan dan merumuskan rencana kerja sama,” katanya.

Pembentukan tim tersebut diharapkan dapat memperjelas mekanisme komunikasi antarpihak, mengidentifikasi bidang prioritas, serta menyusun rencana dan program yang dapat ditindaklanjuti secara konkret.

Koster juga menyampaikan rencana kunjungannya ke Tiongkok pada November 2026. Kunjungan ke Ningxia, menurutnya, dapat dipertimbangkan dan disesuaikan dengan agenda yang telah direncanakan untuk memperkuat komunikasi serta penjajakan kerja sama.

Sementara itu, Dou Jingli menyampaikan terima kasih atas sambutan Pemerintah Provinsi Bali. Ia menjelaskan, kunjungan delegasi Ningxia merupakan bagian dari tindak lanjut kesepakatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok, sekaligus untuk menjajaki peluang kemitraan antardaerah.

Baca Juga:  Staf Presiden RI Diterima Kadis Sosial Kota Denpasar, Kunjungi Graha Nawasena

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah menerima kunjungan kami di Bali. Kami berharap melalui pertemuan ini, kita dapat bertukar pikiran mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan di Bali sekaligus menjajaki peluang kerja sama ke depan,” ujar Dou Jingli.

Dou menjelaskan bahwa Ningxia merupakan daerah otonom setingkat provinsi di Tiongkok dengan jumlah penduduk sekitar 7,32 juta jiwa. Wilayah tersebut memiliki kekayaan budaya dan sejarah panjang, serta masyarakat yang terbuka dan menjunjung tinggi toleransi.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut memiliki kesamaan dengan kehidupan masyarakat Bali dan dapat menjadi modal untuk mempererat hubungan kedua daerah.

Ningxia juga memiliki potensi di bidang sumber daya alam, pariwisata, pertanian, perdagangan, dan energi hijau. Potensi tersebut dinilai membuka ruang bagi pengembangan kemitraan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah.

Dou menyebutkan, Ningxia telah menjalin hubungan kerja sama dengan 69 kota atau provinsi di berbagai negara. Pihaknya berharap Bali dapat menjadi salah satu mitra berikutnya melalui hubungan antardaerah yang berkelanjutan.

“Kami berharap hubungan Ningxia Hui dan Bali dapat semakin erat. Ada banyak bidang yang bisa kita kembangkan bersama, terutama kebudayaan dan pariwisata, perdagangan, pertanian, serta energi hijau,” katanya.

Pariwisata Bali Jadi Peluang Pertukaran Pengetahuan

Dalam sektor kebudayaan dan pariwisata, Ningxia memandang Bali sebagai destinasi internasional yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata. Pengalaman Bali tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan sekaligus dasar penyusunan program kolaboratif.

Selain pariwisata, kerja sama juga ditawarkan pada sektor perdagangan, pertanian, serta pengembangan energi hijau. Untuk memperkuat hubungan jangka panjang, delegasi Ningxia mengusulkan penjajakan kemitraan sister province atau provinsi bersaudara.

Dou Jingli turut mengundang Gubernur Bali untuk berkunjung ke Ningxia. Kunjungan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan, meningkatkan komunikasi, dan membuka pembahasan lebih lanjut mengenai peluang kerja sama secara langsung.

Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kemitraan antara Pemerintah Provinsi Bali dan Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia. Tindak lanjut melalui komunikasi antartim dan perumusan program bersama akan menjadi bagian penting untuk menerjemahkan tawaran kerja sama tersebut menjadi kegiatan yang konkret.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Konsul Jenderal Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, serta jajaran delegasi Ningxia.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemprovbali
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here