Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Pujawali Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha

0
1043
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama jajaran Pemerintah Kota Denpasar mengikuti persembahyangan dalam rangka puncak Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Minggu (25/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka puncak Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kalima, Minggu (25/10/2026).

Persembahyangan atau Bhakti Pujawali tersebut dihadiri langsung Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, serta Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Turut hadir Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para pemedek yang tangkil untuk menghaturkan bhakti.

Rangkaian pujawali diawali dengan prosesi Melis dan Mereresik, diiringi lantunan kidung, kemudian dilanjutkan dengan persembahan tari-tarian. Seluruh rangkaian puncak karya ditutup dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Taman Dwija Putra dari Griya Taman Pahang, Penatih.

Usai persembahyangan, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa Pujawali di Pura Agung Jagatnatha dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai wujud sradha dan bhakti jajaran pemerintah serta masyarakat Kota Denpasar kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Menurutnya, momentum pujawali juga menjadi kesempatan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana.

Baca Juga:  Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Koster Tegaskan Pengabdian ASN Harus Tulus dan Berintegritas

“Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana, dengan harapan seluruh program dan persoalan yang dihadapi dapat diatasi dengan optimal,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap nilai-nilai Tri Hita Karana terus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan, sehingga tercipta keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi, menjelaskan bahwa rangkaian Karya Padudusan Alit telah berlangsung sejak 20 Oktober 2026.

Sejumlah prosesi telah dilaksanakan sebelum puncak karya, di antaranya Penuwuran, Nunas Tirta, dan Ngias.

Baca Juga:  Buka Bhakti Negara Cup I 2026, Bupati Adi Arnawa Bidik Tim Bayangan Porprov dan PON

“Seluruh rangkaian Karya Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha akan dilanjutkan dengan Bhakti Penganyar dan diakhiri prosesi Penyineban pada Senin, 26 Oktober besok. Untuk itu, bagi para pemedek atau masyarakat dapat memanfaatkan momentum untuk tangkil dan ngaturang bhakti,” katanya.

Melalui pelaksanaan pujawali ini, jajaran Pemerintah Kota Denpasar bersama masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat sradha dan bhakti, menjaga kelestarian tradisi keagamaan Hindu, serta mengimplementasikan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here