Parade Kesenian Tradisional Denpasar Tetapkan Delapan Sekehe Berpenampilan Terbaik

0
1053
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama jajaran DPRD Kota Denpasar menyaksikan Parade Kesenian Tradisional 2026 sekaligus menyerahkan piagam kepada sekehe berpenampilan terbaik di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Sabtu (24/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Parade Kesenian Tradisional Kota Denpasar 2026 menetapkan delapan sekehe sebagai peserta berpenampilan terbaik dalam kategori Gong Kebyar Wanita, Gong Kebyar Anak-Anak, dan Baleganjur. Pengumuman tersebut menjadi puncak kegiatan yang berlangsung di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (24/10/2026).

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama serta anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Warka dan Luh Putu Mamas Lestari turut menyaksikan penampilan peserta pada hari kedua sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada sekehe terpilih.

Pada kategori Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Anak-Anak, empat sekehe yang ditetapkan berpenampilan terbaik adalah Sekehe Gong Wanita Dharma Duta Laksana, Banjar Kepisah, Pedungan; Sekehe Gong Anak Lila Tri Datu, Kelurahan Pemecutan; Sekehe Gong Anak Sida Gita Karya, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya; serta Sekehe Gong Anak Ganabala, Banjar Semaga, Penatih.

Sementara itu, pada kategori Baleganjur, penghargaan diberikan kepada Sekehe Baleganjur Tegal Jimbar, Desa Adat Panjer; Sekehe Baleganjur Dharma Astuti, Banjar Pande, Sumerta; Sekehe Baleganjur Asti Swetha Swara, Desa Adat Sesetan; serta Sekehe Baleganjur Dwi Tunggal, Banjar Menesa, Puseh Pedungan.

Usai menyerahkan piagam penghargaan, Jaya Negara mengatakan penguatan seni budaya merupakan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberdayakan dan melestarikan potensi seni budaya di kawasan perkotaan.

Upaya tersebut sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Karena itu, Parade Kesenian Tradisional diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional, khususnya seni klasik dan Gong Kebyar yang berkembang di Kota Denpasar.

Foto: Parade Kesenian Denpasar 2026 Tetapkan 8 Sekehe Terbaik

Menurut Jaya Negara, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi seniman untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dalam teknik menabuh Gong Kebyar sekaligus menjaga kesenian klasik sesuai pakemnya.

Baca Juga:  Jineng dan Entil Resmi Dapat HAKI, Sanjaya Tegaskan Ini Jati Diri dan Kekuatan Ekonomi Tabanan

“Sebagai kota yang heterogen, parade ini menjadi bagian dari pembinaan untuk mempersiapkan para peserta sebagai duta Kota Denpasar dalam berbagai ajang seni ke depannya. Kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreativitas dan tidak kehilangan jati diri. Seluruh peserta menampilkan kemampuan yang luar biasa,” ujar Jaya Negara.

Ia juga memberikan semangat kepada sekehe yang belum meraih predikat berpenampilan terbaik agar terus belajar dan berlatih. Menurutnya, kegiatan serupa akan terus menjadi ruang bagi para seniman muda untuk mengembangkan kemampuan.

“Semua sekehe luar biasa. Bagi yang belum menjadi yang terbaik, jangan patah semangat. Terus belajar dan berlatih karena ke depan masih ada kesempatan untuk berkompetisi. Yang utama adalah menjaga dan melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Kepala Bidang Kesenian I Wayan Narta, menjelaskan bahwa Parade Kesenian Tradisional menjadi sarana pembinaan, pelestarian, dan evaluasi terhadap perkembangan kesenian tradisional di masyarakat, termasuk pembinaan sekehe Baleganjur.

Secara teknis, Narta menyampaikan bahwa Parade Kesenian Tradisional tahun 2026 diikuti 16 sekehe. Penilaian mencakup sejumlah unsur, mulai dari teknik, ide dan gagasan, struktur komposisi, kreativitas, hingga penampilan.

Unsur teknik meliputi gegedig dan tetekep. Sementara itu, struktur komposisi mencakup pangawit, pangawak, dan pangecet. Aspek kreativitas dinilai melalui pengembangan musikalitas dan orisinalitas garapan, sedangkan penampilan meliputi ekspresi, gerak, dan tabuh.

Untuk mendukung pembinaan, setiap sekehe Gong Kebyar Anak-Anak dan Gong Kebyar Wanita yang tampil memperoleh uang pembinaan sebesar Rp35 juta. Adapun setiap sekehe Baleganjur yang tampil mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp25 juta.

“Tentu kegiatan ini merupakan wahana untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan di masyarakat, sekaligus sebagai bentuk penyiapan sekehe atau duta-duta kesenian Kota Denpasar untuk mengikuti berbagai ajang seni, termasuk Pesta Kesenian Bali,” ujar Narta.

Melalui parade ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap regenerasi seniman dapat terus berjalan, kreativitas generasi muda semakin berkembang, dan seni tradisional Bali tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Denpasar.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here