Gubernur Koster dan Dubes Korea Selatan Bahas Kendaraan Listrik hingga Kota Cerdas

0
1041
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama Bali dan Korea Selatan di bidang energi bersih, kendaraan listrik, teknologi digital, pengelolaan lingkungan, industri kreatif, hingga keamanan pariwisata.

Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Pemerintah Republik Korea menyerahkan hibah 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian kendaraan listrik kepada Pemerintah Provinsi Bali, Kamis (22/10/2026). Bantuan tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkuat pengembangan transportasi publik berbasis energi bersih di Pulau Dewata.

Dalam pertemuan itu, Koster menyampaikan bahwa Pemprov Bali terus mendorong penerapan kebijakan energi bersih, termasuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Salah satu program yang ingin dikembangkan adalah konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik dengan melibatkan pihak ketiga. Skema tersebut diharapkan memungkinkan masyarakat beralih ke kendaraan listrik tanpa menanggung beban biaya tambahan.

“Kami terus mendorong kebijakan ini. Saya sangat membutuhkan pihak ketiga yang tertarik melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik tanpa menimbulkan beban bagi pengguna,” ujar Koster.

Ia berharap Korea Selatan dapat mendukung program tersebut melalui kerja sama teknologi, investasi, dan penyediaan infrastruktur pendukung, khususnya fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.

Koster mengapresiasi hibah bus listrik dan fasilitas pengisian daya dari Pemerintah Korea Selatan. Menurutnya, pengembangan transportasi listrik diharapkan dapat mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Bidik Kerja Sama Kota Cerdas dan Teknologi AI

Selain sektor energi, Koster membuka peluang kerja sama dalam pengembangan kota cerdas atau smart city melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ia menilai kemajuan teknologi Korea Selatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perkotaan, pelayanan publik, dan tata kelola pariwisata Bali.

“Kami sangat mengikuti perkembangan teknologi digital dan AI di Korea. Teknologi ini bisa sangat berperan nantinya untuk menjaga kualitas kepariwisataan Bali,” katanya.

Kerja sama teknologi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) Bali.

Di sektor lingkungan, peluang kolaborasi mencakup pengelolaan sampah, teknologi daur ulang, transportasi publik, serta penataan perkotaan. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

Dalam bidang budaya dan industri kreatif, Koster berharap pengalaman Korea Selatan mengembangkan industri musik K-pop hingga menembus pasar internasional dapat menjadi inspirasi bagi seniman dan pelaku industri kreatif Bali.

Menurutnya, kolaborasi dapat membuka peluang lebih luas bagi karya seni dan produk kreatif lokal untuk menjangkau pasar internasional.

Sementara itu, terkait keamanan pariwisata, Koster menegaskan bahwa Pemprov Bali terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama berada di Bali.

Dubes Yoon mengapresiasi komitmen Koster dalam menjaga identitas, tradisi, dan budaya Bali di tengah perkembangan pembangunan serta pariwisata. Ia menilai kekayaan budaya dan lingkungan Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Korea Selatan.

Yoon juga mengapresiasi pendekatan Bali dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, kelestarian alam, dan budaya. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Korea Selatan dalam mengembangkan kebijakan lingkungan berkelanjutan.

Yoon menyampaikan bahwa Pemerintah Korea Selatan menargetkan pencapaian netralitas karbon pada 2050. Sejalan dengan target tersebut, Korea Selatan melihat peluang kerja sama dengan Bali dalam pengembangan energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Peluang kolaborasi mencakup pengembangan kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan lingkungan.

Yoon menyatakan kesiapannya memfasilitasi kerja sama dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan Pemprov Bali.

Baca Juga:  Sinergi Pemprov Bali dan OJK Diperkuat, Koster Dorong Kolaborasi Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam pertemuan tersebut, Yoon juga mengungkapkan rencana Pemerintah Korea Selatan untuk membuka konsulat di Bali. Kehadiran perwakilan konsuler tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Korea Selatan yang berada di Pulau Dewata.

Menurut Yoon, Bali merupakan destinasi pariwisata yang dikenal dan diminati masyarakat Korea Selatan. Karena itu, keamanan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan.

“Dalam pengelolaan pariwisata yang berdaya saing, keamanan juga harus menjadi prioritas. Saya berharap berbagai instansi terkait di Bali terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk menjaga keamanan bersama,” ujar Yoon.

Ia berharap koordinasi antara Pemprov Bali, aparat keamanan, dan berbagai pihak terkait terus diperkuat untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.

Pertemuan Koster dan Yoon diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat kemitraan Bali dan Korea Selatan, terutama dalam bidang energi bersih, transportasi listrik, teknologi digital, pengelolaan lingkungan, ekonomi kreatif, dan keamanan pariwisata.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta identitas budaya lokal.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa kain tradisional rangrang asal Nusa Penida dari Koster kepada Yoon dan sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Republik Korea yang hadir.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspempovbali
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here