
PANGANDARAN, KEN-KENKHABARE – Kolaborasi menjaga ekosistem pesisir kembali berlanjut. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Pandu Laut Nusantara, dan Susi Air menanam 1.500 bibit mangrove jenis Rhizophora di Pelabuhan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026), melalui program The Indonesian Coastal Greenbelt Project.
Mengusung tema “Menjaga Pesisir, Menjaga Masa Depan”, kegiatan ini merupakan kelanjutan kolaborasi yang telah dimulai sejak 2024. Sebanyak 75 peserta dari Suzuki, Pandu Laut Nusantara, Susi Air, nelayan setempat, institusi pendidikan, dan komunitas lokal terlibat dalam aksi penanaman tersebut.
Pemilihan Pelabuhan Cikidang didasarkan pada perannya sebagai salah satu sentra aktivitas perikanan masyarakat. Kawasan pesisir di selatan Pulau Jawa ini juga memiliki keanekaragaman biota laut yang perlu dijaga. Penanaman mangrove diharapkan turut mendukung pelestarian ekosistem dan melindungi kawasan pantai dari ancaman abrasi.
Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, Joshi Prasetya, mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada penanaman bibit, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ekosistem pesisir.
“Melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project, kami ingin mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga melibatkan masyarakat, agar dapat memahami manfaat mangrove bagi keberlangsungan lingkungan dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” ujar Joshi.
Kegiatan juga menghadirkan sesi Success Story Mangrove Conservation bersama Sugito, Ketua Rukun Nelayan Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Dalam sesi tersebut, Sugito berbagi pengalaman mengenai upaya Rukun Nelayan mengembangkan kawasan konservasi mangrove di wilayahnya hingga dapat terus tumbuh dan dikelola sebagai bagian dari pelestarian lingkungan.
Peserta juga memperoleh pengenalan teknik penanaman mangrove, mulai dari tahapan penanaman hingga hal-hal yang perlu diperhatikan agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya memastikan aksi konservasi tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pertumbuhan tanaman.
Setelah sesi edukasi, peserta bersama-sama menanam 1.500 bibit Rhizophora di kawasan Pelabuhan Cikidang.
Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), Melinasary Amini, menyebut kolaborasi Suzuki dan Pandu Laut di Pangandaran telah berjalan sejak 2024. Hingga pelaksanaan program tahun ini, total mangrove yang ditanam dalam rangkaian kolaborasi tersebut mencapai 10.000 bibit.
Jumlah itu terdiri atas 7.000 bakau pasir di Susi International Beach Strip dan 3.000 mangrove jenis Rhizophora di Pantai Madasari. Pada 2026, kolaborasi dilanjutkan melalui penanaman 1.500 bibit Rhizophora di Pelabuhan Cikidang.
“Mari kita turun bersama, menanam, merawat, dan memastikan apa yang kita mulai hari ini benar-benar tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Melinasary.
Pandu Laut Nusantara, sebagai organisasi non-pemerintah yang berfokus pada pelestarian laut dan ekosistem pesisir, turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Penanaman mangrove menjadi salah satu upaya menjaga kawasan pesisir yang juga menopang kehidupan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor perikanan.
Melalui keterlibatan nelayan dan komunitas lokal, program ini mendorong agar upaya pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Suzuki bersama Pandu Laut Nusantara dan Susi Air berharap kolaborasi tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat Pangandaran. Keberlanjutan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh upaya merawatnya agar tumbuh dan berfungsi sebagai bagian dari ekosistem pesisir.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: PRSuzuki


