Bawa 23 IKM ke Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Internasional

0
1044
Foto: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mendampingi pelaku IKM Bali dalam ajang Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan membawa 23 IKM binaan Dekranasda Bali untuk memperkenalkan beragam produk kerajinan Bali, 26–30 September 2026.

JAKARTA, KEN-KENKHABARE – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Bali memperkuat pasar lokal dan nasional sebagai pijakan untuk menembus pasar internasional.

Langkah tersebut diwujudkan dengan membawa 23 IKM binaan Dekranasda Bali mengikuti Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, yang berlangsung pada 26–30 September 2026.

Tak sekadar memamerkan produk, Ny. Putri Koster juga memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku IKM. Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata serta jajaran pengurus Dekranasda Bali, ia hadir sehari sebelum pameran dibuka untuk memastikan kesiapan stan dan produk yang ditampilkan.

Di tengah kesibukan para pelaku IKM menata produk, Ny. Putri Koster turut memberikan masukan terkait tata letak agar produk tampil lebih menarik dan mudah dilihat pengunjung. Ia juga ikut mempromosikan Hall Bali untuk menarik minat pengunjung.

Menurutnya, keikutsertaan Bali dalam Kriyanusa menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan sekaligus keunggulan produk kerajinan Bali kepada pasar yang lebih luas.

Baca Juga:  Santai Kawan, Paslon Sanjaya Dirga Simakrama ke Desa Adat Kembang Merta

“Kami dari seluruh Indonesia hadir di sini, berpartisipasi memperkenalkan produk kerajinan yang menjadi keunggulan dan ciri khas masing-masing daerah,” ujar Ny. Putri Koster di sela-sela pelaksanaan Kriyanusa.

Dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Bali menempati Hall A2 hingga A21 dengan menghadirkan 23 IKM binaan.

Produk yang dibawa cukup beragam, mulai dari kain tenun tradisional, busana, aksesori, tas, kerajinan emas dan perak, ukiran kayu hingga kerajinan logam.

Sejumlah desainer Bali juga menghadirkan karya dengan karakter masing-masing, namun tetap menjadikan kekayaan budaya dan kerajinan lokal sebagai kekuatan utama.

“Ada Body and Mind dengan ornamen pis bolong pada desain mereka. Berikutnya ada Deluxe yang mengembangkan busana dengan sentuhan lukisan tangan. Selain itu, ada Taksu dan Lusi Damai dengan ciri khas masing-masing,” ungkapnya.

Kreativitas IKM Bali juga terlihat dari pemanfaatan berbagai bahan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi. Selain emas, perak dan kayu, terdapat produk berbahan kulit jagung, batok kelapa, daun hingga akar.

Kriyanusa 2026 sekaligus menjadi ruang bagi Dekranasda Bali memperkenalkan kekayaan tenun tradisional dari berbagai wilayah di Pulau Dewata.

Di antaranya kain Rangrang dari Nusa Penida, Klungkung, kain Gringsing dari Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, serta berbagai kain tenun songket dari sejumlah kabupaten di Bali.

Ny. Putri Koster secara khusus memperkenalkan kain Gringsing sebagai kain tenun ikat ganda (double ikat) yang keberadaannya tergolong langka di dunia.

Selain memiliki teknik pembuatan khas, Gringsing juga memiliki makna filosofis dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Gring artinya sakit, sedangkan sing berarti tidak. Jadi, jika disatukan, bermakna tidak sakit,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Gelar FGD Implementasi HKPD Untuk Pelaksanaan BPHTB Secara Online

Menurut Ny. Putri Koster, kekayaan tradisi tersebut menjadi kekuatan produk kerajinan Bali yang perlu terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan pasar.

Penguatan kualitas produk, kreativitas, serta perluasan akses pasar dinilai penting agar IKM Bali tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar lokal, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Kriyanusa 2026 dibuka Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming di JICC, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Dalam sambutannya, Selvi mendorong pengembangan kriya Indonesia melalui inovasi dan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi agar semakin berdaya saing di pasar global.

Kriyanusa disebut bukan sekadar ajang pameran produk kerajinan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan kreativitas perajin agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Pelestarian budaya, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan inovasi dan transformasi digital. Dengan demikian, perajin diharapkan mampu mempertahankan tradisi sekaligus meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.

Kriyanusa 2026 menghadirkan 410 stan dengan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku UMKM.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan mengatakan, Kriyanusa tahun ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.

Tema tersebut membawa semangat menempatkan kriya bukan sekadar karya bernilai estetika, tetapi juga sebagai kekayaan budaya, identitas daerah sekaligus kekuatan ekonomi Indonesia.

Bagi Bali, keikutsertaan 23 IKM dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas, dengan kekuatan budaya sebagai identitas sekaligus nilai tambah produk.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here