Women’s Seminar 2026, Yunita Alit Sucipta Dorong Perempuan Jadi Jembatan Kerukunan di Badung

0
1034
Foto: Ketua GOW Kabupaten Badung sekaligus Agen Kerukunan FKUB Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat menjadi narasumber Women's Seminar 2026 bertema “Smart, Holy & Impactful” di Gereja Elim Tabernakel Kerobokan Kelod, Sabtu (26/9/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung sekaligus Agen Kerukunan FKUB Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, mengajak perempuan mengambil peran sebagai penggerak keharmonisan dan jembatan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Yunita saat menjadi narasumber utama Women’s Seminar 2026 bertema “Smart, Holy & Impactful” di Gereja Elim Tabernakel Kerobokan Kelod, Sabtu (26/9/2026).

Dalam materi bertajuk “Perempuan sebagai Jembatan di Tengah Keberagaman”, Yunita menekankan bahwa keberagaman latar belakang bukan menjadi alasan untuk membangun jarak, melainkan kekuatan yang perlu dikelola melalui sikap saling menghormati dan melengkapi.

“Perbedaan bukanlah untuk dipisahkan, melainkan untuk saling melengkapi. Berbeda untuk saling mengenal, bersama untuk saling menguatkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Uji Coba Badung First Car Free Day Perdana di Kerobokan, Adi Arnawa Dorong Ruang Publik dan RTH

Menurut Yunita, nilai-nilai toleransi perlu ditanamkan mulai dari lingkungan terkecil, termasuk keluarga dan komunitas. Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan menjaga keharmonisan di lingkungan sosial.

Ia mengingatkan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan menjadi salah satu modal penting bagi keberlangsungan pariwisata Badung.

“Nilai-nilai toleransi ini harus tetap kita junjung tinggi karena keamanan dan kenyamanan warga serta wisatawan adalah modal utama pariwisata yang menjadi sumber PAD Badung,” ujarnya.

Karena itu, peran perempuan dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keluarga, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya lingkungan masyarakat yang aman dan nyaman.

Seminar tersebut diinisiasi oleh Bidang Wanita MPUK Badung, PGPI Provinsi Bali, dan PWKI Kabupaten Badung.

Kegiatan dibuka oleh Ketua MPUK Badung sekaligus Ketua PGPI Bali, Pendeta Jonathan Soeharto. Dalam sambutannya, ia berpesan agar perempuan Kristen dapat mengambil peran dalam merawat persaudaraan dan kedamaian antarumat beragama di Kabupaten Badung.

Baca Juga:  3.436 Ton Sampah Sehari, TPA Suwung Kembali Terbakar, Bali Dikejar Target Bersih Sampah 2026

Selain Yunita, kegiatan tersebut juga menghadirkan Ketua PUSPA Badung Nyonya Ayu Parwata serta Kabid Ketahanan Ekonomi dan Keagamaan Kesbangpol Badung Ni Putu Eka Rastuti sebagai pembicara.

Seminar menjadi ruang untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun relasi sosial yang harmonis sekaligus mendorong kontribusi perempuan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Badung.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBadung
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here