Unwar dan BP3MI Bali Perkuat Capacity Building CPMI, Dorong Generasi Muda Go Global

0
1069
Foto: Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gde Oka Wisnumurti, M.Si., dan Kepala BP3MI Bali Muhamad Iqbal, S.H., M.H., bersama jajaran saat kegiatan Capacity Building bagi Calon Pekerja Migran Indonesia di Kampus Universitas Warmadewa, Denpasar, Senin (28/9/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Universitas Warmadewa (Unwar) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang kompeten, profesional, berkarakter, dan siap bersaing di pasar kerja global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building bagi Calon Pekerja Migran Indonesia yang digelar di Kampus Universitas Warmadewa, Denpasar, Senin (28/9/2026). Kegiatan dibuka oleh Kepala BP3MI Bali Muhamad Iqbal, S.H., M.H.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda dengan kemampuan bahasa asing, kompetensi teknis, pemahaman terhadap dunia kerja internasional, serta kesiapan menghadapi proses penempatan pekerja migran secara aman dan prosedural.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali yang diwakili Kepala Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Luh Sri Astuti, S.Kom., M.Par., Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gde Oka Wisnumurti, M.Si., Dekan Fakultas Pascasarjana Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, S.H., M.Hum., serta jajaran akademik dan pemangku kepentingan terkait.

Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. mengatakan, keinginan generasi muda untuk bekerja di luar negeri perlu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

Ia mengajak para peserta membawa semangat “Go Global untuk Indonesia, Go Global untuk Bali, dan Go Global untuk generasi muda Indonesia.”

Menurutnya, bekerja di luar negeri bukan sekadar mencari pekerjaan ataupun mengadu nasib. Para CPMI harus memiliki visi, kompetensi, karakter, dan profesionalisme sehingga mampu membawa nama baik Indonesia di negara tujuan.

Baca Juga:  Pj Bupati Lihadnyana Tegaskan Tak Maju Pilkada 2024

“Adik-adik keluar negeri tidak sekadar mengadu nasib, tetapi adik-adik keluar negeri untuk membawa visi besar kita, untuk membawa mimpi besar kita,” pesannya.

Karena itu, Unwar memiliki kepentingan untuk ikut mengawal proses pendidikan, pembelajaran, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar generasi muda Bali mampu mengambil bagian dalam persaingan global.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Warmadewa Migrant Center menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, daya juang, dan orientasi karier internasional.

Dari sisi kelembagaan penyelenggara pendidikan, Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gde Oka Wisnumurti, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia kerja, lembaga sertifikasi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pekerja migran.

Menurutnya, pekerja migran Indonesia perlu dipersiapkan secara matang agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi serta memahami lingkungan kerja internasional.

Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai bagian penting dari kesiapan menghadapi dunia kerja global.

Ia juga mendorong peserta untuk terus meningkatkan pengalaman dan kompetensi secara bertahap. Peluang bekerja di luar negeri, menurutnya, harus diikuti dengan proses pembelajaran dan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.

Selain keterampilan, peserta juga didorong memiliki karakter dan harga diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Kolaborasi Unwar melalui Warmadewa Migrant Center dengan BP3MI Bali sebelumnya telah diarahkan pada penguatan edukasi, peningkatan kapasitas, serta pelindungan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri secara aman dan prosedural.

Sementara itu, Kepala BP3MI Bali Muhamad Iqbal, S.H., M.H., mengingatkan peserta bahwa ketika bekerja di luar negeri, mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia.

Baca Juga:  Jaya Negara-Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Caka 1946 dan Momen Nyepi sebagai Mulat Sarira untuk saling menghormati

“You are the ambassador of our nation,” tegas Muhamad Iqbal kepada para peserta.

Ia meminta seluruh CPMI benar-benar mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja internasional. Persiapan tersebut mencakup kompetensi teknis maupun kemampuan bahasa.

“Ketika Anda bekerja di luar negeri, Anda tidak hanya membawa diri Anda sendiri, tapi membawa nama bangsa,” ujarnya.

Menurut Iqbal, peserta tidak perlu hanya berorientasi pada negara tujuan. Hal yang lebih penting adalah membangun kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan untuk membuka peluang kerja yang lebih luas.

Karena itu, peserta diminta tidak berkecil hati apabila belum dapat langsung bekerja di negara yang menjadi impian. Kompetensi dan pengalaman dapat dibangun secara bertahap sesuai kebutuhan pekerjaan dan negara tujuan.

Penguatan kapasitas tersebut sejalan dengan arah peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia dari keterampilan rendah menuju medium-high skill.

Program capacity building ini tidak hanya diarahkan pada keterampilan teknis, tetapi juga penguatan bahasa asing, upskilling, reskilling, sertifikasi, serta pemahaman mengenai lingkungan kerja internasional.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 10 November 2026. Selama proses tersebut, peserta diharapkan memperoleh bekal yang dapat meningkatkan kesiapan mereka memasuki pasar kerja internasional.

Sementara itu, ketua panitia Warmadewa Migrant Center Dr. I Wayan Rideng, S.H., M.H., melaporkan kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 20 orang CPMI yang telah melalui proses seleksi dan verifikasi berkas administrasi oleh BP3PMI Bali.

Disamping itu WMC memiliki fungsi yang lebih luas, antara lain menyediakan informasi peluang kerja luar negeri yang resmi, pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pembelajaran bahasa asing, konseling karier, serta pendampingan proses penempatan yang aman dan prosedural.

Melalui kolaborasi Unwar dan BP3MI Bali, program tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan generasi muda Bali untuk memasuki dunia kerja global dengan bekal kompetensi, profesionalisme, pengalaman, karakter, dan kesadaran membawa nama baik Indonesia.

Penulis: I Nyoman Arta Wirawan
Editor: Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here