SBY: Kita Kehilangan Seorang Putra Bangsa

0
1022
Foto: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan penghormatan terakhir kepada Guruh Soekarnoputra di rumah duka, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). SBY mengenang Guruh sebagai putra bangsa, seniman dan budayawan yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia melalui karya seni dan pengabdiannya sebagai wakil rakyat. ist.

JAKARTA, KEN-KENKHABARE – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra. SBY mengenang Guruh bukan semata sebagai putra Presiden pertama RI sekaligus Proklamator Soekarno, tetapi sebagai seniman dan budayawan yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.

Saat bertakziah ke rumah duka Guruh di Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026), SBY menyebut Indonesia kehilangan seorang putra bangsa yang kecintaannya terhadap Tanah Air banyak dituangkan melalui karya seni.

“Kita kehilangan seorang putra bangsa, Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau bukan hanya putra dari Presiden pertama kita, proklamator kita, dan pejuang kemerdekaan kita. Mas Guruh telah melakukan banyak hal untuk negeri ini, untuk saudara-saudara kita rakyat Indonesia, melalui mahakaryanya di bidang seni,” ujar SBY.

Baca Juga:  Menteri PPPA Bintang Puspayoga: Lindungi Hak Perempuan dan Anak Dari Dampak Praktik Korupsi

Menurut SBY, kecintaan Guruh terhadap Indonesia tercermin melalui berbagai karya, mulai dari lagu, pagelaran seni bersama Swara Mahardhika, hingga karya lukis. Guruh juga dikenang karena perannya sebagai wakil rakyat yang menjalankan tugasnya sebagai anggota parlemen.

“Semua tahu bahwa kecintaan Mas Guruh kepada Indonesia tercinta diekspresikan dalam karya seninya, apakah lagu, apakah pagelaran seni dengan Swara Mahardhika yang sangat terkenal, dan lagu-lagu beliau, juga lukisan-lukisan beliau,” katanya.

SBY juga mengenang Guruh sebagai sosok yang tenang dan sabar ketika menjalankan tugas sebagai anggota parlemen.

“Di samping itu beliau juga menjadi wakil rakyat, anggota parlemen yang dengan setia, tenang, sabar mendengarkan percakapan yang ada di negara ini. Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan,” ujar SBY.

Di balik hubungan sebagai sesama tokoh bangsa, SBY mengungkapkan memiliki kenangan pribadi dengan Guruh.

Ketika masih menjabat sebagai Presiden RI, SBY secara khusus pernah mengundang Guruh ke Istana Negara. Pertemuan tersebut berlangsung cukup lama dan membahas berbagai hal tentang Indonesia.

Namun, pembicaraan keduanya bukan berfokus pada politik. SBY justru mengaku banyak mendengarkan pemikiran Guruh mengenai peran seni dan budaya dalam membangun bangsa.

“Cukup lama kami berbincang tentang banyak hal, mendengarkan pikiran-pikiran beliau, justru bukan di bidang politik, tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni. Sangat, sangat menarik,” kenang SBY.

Silaturahmi keduanya tetap terjaga meskipun tidak terlalu sering bertemu.

Salah satu pertemuan terakhir SBY dengan Guruh terjadi sekitar dua tahun lalu dalam sebuah pameran lukisan yang diselenggarakan Kompas.

Dalam pameran tersebut, SBY dan Guruh sama-sama menyumbangkan dua lukisan. Keduanya kemudian berbincang kembali mengenai karya masing-masing.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Ngaturang Bakti, Renungan Suci dan Mulat Sarira Pada Hari Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha Denpasar

SBY menyebut terdapat kemiripan corak dalam karya lukisan mereka.

“Kalau tidak salah Mas Guruh menyumbangkan dua lukisannya, saya juga sama, dan corak ataupun aliran dari lukisan kebetulan mirip. Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa, saya juga belajar menjadi realis impresionis,” tutur SBY.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu kenangan terakhir SBY bersama Guruh sebelum sang seniman berpulang.

SBY kemudian mengajak masyarakat mengenang Guruh melalui karya dan pengabdiannya kepada Indonesia.

“Mengenang Guruh Soekarnoputra, mengenang seniman budayawan besar Indonesia, mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme yang positif,” kata SBY.

SBY mengakhiri penghormatannya dengan doa bagi almarhum.

“Hari ini kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh dengan iringan doa semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerimanya dan hidup tenang di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Penulis: I Nyoman Arta Wirawan
Editor: Arta
Sumber: Pop Bangert
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here