Wawali Arya Wibawa Pimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi Denpasar, Fokus Stabilkan Harga Pangan

0
1029
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin Rapat Teknis Penanganan Inflasi Kota Denpasar di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (22/9/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin Rapat Teknis Penanganan Inflasi Kota Denpasar di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (22/9/2026). Rapat tersebut membahas langkah konkret menjaga stabilitas harga, terutama komoditas pangan yang mengalami kenaikan.

Rapat merupakan tindak lanjut arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dalam Rapat Koordinasi Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. Pemerintah daerah diminta memastikan pengendalian inflasi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah serta melaporkannya kepada Kementerian Dalam Negeri melalui Inspektorat.

Dalam rapat, Pemkot Denpasar memetakan perkembangan inflasi, komoditas penyumbang kenaikan harga, serta strategi intervensi yang perlu dilakukan menjelang periode permintaan tinggi pada akhir tahun.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Denpasar Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ida Bagus Alit Adhi Merta mengatakan, berdasarkan data yang menjadi bahan pembahasan, angka inflasi tercatat 3,64 persen.

Angka tersebut berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan toleransi ±1 persen. Dalam paparan rapat, Kota Denpasar juga tercatat berada pada urutan ke-24 kabupaten/kota secara nasional.

“Tren inflasi pada Agustus juga menjadi perhatian. Angka tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan kondisi pada Agustus 2024 dan Agustus 2025. Ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru, terlebih dengan kondisi iklim yang juga perlu diantisipasi,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan inflasi Denpasar dipengaruhi sejumlah kelompok komoditas. Selain kebutuhan pendidikan pada periode tertentu, harga pangan dan konsumsi masyarakat sepanjang 2026 juga menjadi perhatian. Komoditas transportasi, perhiasan serta sejumlah kebutuhan lainnya turut dipantau.

Memasuki September, sejumlah komoditas tercatat memberikan tekanan terhadap harga, di antaranya beras, minyak goreng, telur ayam ras, kangkung, daging sapi, cabai rawit merah, daging babi dan jeruk lokal.

“Pergerakan harga komoditas tersebut terus kami pantau dan diperbarui. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan harga secara berkala, termasuk melalui koordinasi dengan pasar dan distributor,” katanya.

Baca Juga:  Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Apresiasi Peran IGTKI-PGRI dalam Dunia Pendidikan di Kota Denpasar

Arya Wibawa meminta pelaksanaan pasar murah dilakukan secara tepat sasaran. Penentuan lokasi dan komoditas yang diintervensi harus berdasarkan data perkembangan harga dan inflasi.

“Kita harus melihat data inflasi lima tahun ke belakang. Dari sana kita bisa mengetahui pola dan komoditas apa yang biasanya mengalami kenaikan, sehingga pelaksanaan pasar murah benar-benar tepat sasaran,” kata Arya Wibawa.

Ia menegaskan, intervensi pemerintah perlu diarahkan pada komoditas yang sedang mengalami kenaikan harga. Dengan demikian, pasar murah tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap stabilitas harga masyarakat.

“Kalau ada komoditas yang naik, itu yang harus kita intervensi. Ketika harga mulai naik, kita lakukan langkah untuk menekan agar kembali turun,” ujarnya.

Selain pasar murah, Pemkot Denpasar telah melakukan pemantauan harga harian, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor, serta pelaksanaan pasar pangan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan daerah penghasil untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

Arya Wibawa juga menyoroti kebutuhan masyarakat terkait sarana upacara keagamaan, termasuk canang. Menurutnya, Pemkot Denpasar dapat menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perbankan daerah, agar kebutuhan tersebut tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga:  Gubernur Koster Tutup UDG ke-33 Bali, Tekankan Regenerasi dan Ajeg Budaya Bali

Dari sisi produksi, Dinas Pertanian juga melakukan upaya peningkatan produksi komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi tekanan harga.

Arya Wibawa berharap seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam pengendalian inflasi terus memperkuat koordinasi dan mengambil keputusan berdasarkan data. Langkah lintas sektor tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan masyarakat Denpasar, terutama menjelang periode permintaan tinggi pada akhir tahun.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: HumaskotaDps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here