Bupati Sanjaya Dorong Penguatan PAD untuk Wujudkan Kemandirian Fiskal Tabanan

0
30
Foto: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya mendorong penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk meningkatkan kemandirian fiskal Kabupaten Tabanan dalam kegiatan sosialisasi optimalisasi sinergi PAD di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Sabtu (19/9/2026).

TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mendorong penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu strategi memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Sinergi Pendapatan Asli Daerah guna Mewujudkan Kemandirian Fiskal Kabupaten Tabanan, yang berlangsung di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekretaris Daerah Tabanan beserta para asisten, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, narasumber, serta para peserta sosialisasi.

Sebanyak 155 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas kepala perangkat daerah penghasil, perangkat daerah yang berkaitan dengan pengelolaan pendapatan, serta pejabat dan staf pada perangkat daerah penghasil, khususnya yang menangani pajak dan retribusi daerah.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Tabanan menghadapi dinamika kebijakan fiskal nasional, termasuk efisiensi dana transfer ke daerah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk semakin kreatif, inovatif dan terukur dalam mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Tabanan juga berupaya mengidentifikasi potensi pendapatan, menyamakan persepsi mengenai aspek hukum dan teknis pengelolaan pendapatan, sekaligus memperkuat sinergi antarperangkat daerah.

Narasumber yang dihadirkan adalah Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Raden An’an Andri Hikmat, S.R.A.P., M.M., yang sebelumnya bertugas di Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

PAD Didorong Jadi Tulang Punggung Pembiayaan Daerah

Dalam sambutan Bupati Sanjaya yang dibacakan Wakil Bupati I Made Dirga, disampaikan bahwa ketersediaan pendanaan merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pencapaian visi-misi Kabupaten Tabanan.

Namun, dinamika kebijakan efisiensi dana transfer dari pemerintah pusat menuntut daerah untuk melakukan transformasi dan semakin memperkuat kemampuan fiskalnya sendiri.

“Kemandirian fiskal bukan sekadar indikator angka-angka statistik di atas kertas APBD, tetapi lebih dari itu merupakan wujud kedaulatan daerah dalam menentukan arah pembangunannya sendiri,” tegas Sanjaya.

Baca Juga:  Seluruh Fraksi Setujui Perubahan KUA-PPAS 2026, Wawali Arya Wibawa: Wujud Sinergitas Percepatan Pembangunan Denpasar

Menurutnya, semakin tinggi derajat kemandirian fiskal akan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

Karena itu, PAD diharapkan mampu menjadi salah satu tulang punggung stabilitas dan kemandirian pembiayaan daerah.

Bupati Sanjaya juga mengingatkan seluruh jajaran Pemkab Tabanan agar meninggalkan pola kerja yang bersifat ego sektoral. Setiap perangkat daerah, kata dia, perlu membangun kolaborasi sekaligus memiliki kepekaan terhadap potensi pendapatan yang terdapat di sektor masing-masing.

“Jangan hanya pandai mengusulkan anggaran belanja, tetapi harus kreatif dan inovatif dalam menggali serta meningkatkan potensi pendapatan di sektor masing-masing,” pesannya.

Ia menegaskan, peningkatan PAD bukan hanya menjadi tugas satu perangkat daerah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Perkuat Data, Penagihan dan Pengawasan

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Mariati, mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi perangkat daerah dalam mengakselerasi pengelolaan pendapatan daerah.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan melalui evaluasi kebijakan dan regulasi, inventarisasi berbagai kendala dalam pengelolaan pendapatan, serta penyusunan langkah konkret dan berkelanjutan.

Langkah tersebut mencakup pemutakhiran data, penggalian potensi pendapatan, optimalisasi penagihan hingga penguatan pengawasan.

“Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong transformasi tata kelola dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi penerimaan daerah serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam akselerasi penerimaan daerah,” jelas Mariati.

Dengan penguatan sinergi antarperangkat daerah, Pemkab Tabanan berharap pengelolaan PAD tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan, tetapi juga dibangun melalui tata kelola yang transparan, berbasis data, terukur dan berkelanjutan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Tabanan memperkuat kapasitas fiskal daerah di tengah perubahan kebijakan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimPemkabTabanan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here