
DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Dr. Pol. Putu Putera Sedana, S.I.K., M.Hum., M.M., hadir dalam konferensi pers kegiatan BersinaRun Rave 2026 Kemis (17/9/2026), di Kebon Vintage, Biaung, Denpasar.
“Dari aspek pencegahan dan pemberantasan, tidak kalah pentingnya tadi rehabilitasi khusus BNN. Tidak kalah pentingnya lagi ada pemberantasan. Kita secara simultan BNN melakukan hal tersebut,” ujar Putu Putra Sedana.
BersinaRun Rave yang akan diselenggarakan pada (17/9/2026) merupakan kegiatan BNNP Bali dengan menggandeng pelaku usaha Hore Run dan pemilik museum mobil kuno Kebon Vintage. Kepala BNNP Bali mengatakan penanganan narkotika tidak dapat dilakukan hanya dari satu aspek. Pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi harus dilakukan secara simultan.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi mengenai bahaya narkotika, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Kita berupaya agar ini semua dapat merubah mindset sehingga menjadi sebuah kebiasaan, culture-nya lebih baik, lebih sehat,” katanya.
Ia mengatakan konsep tersebut kemudian dikolaborasikan dengan dunia usaha. Dalam kegiatan Bali Bersinar, keterlibatan dilakukan bersama Race Management dan pihak Kebun Vintage sebagai pemilik venue.
Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Media
Putu Putera Sedana menegaskan bahwa program pencegahan narkotika membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Kita tidak akan berhasil, tidak akan dapat menjalankan program-program yang baik tanpa adanya keterlibatan dari tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah dan perusahaan,” tegasnya.
Menurutnya, media juga memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
“Tidak kalah penting juga teman-teman media juga kemudian perlu penting dalam memberikan insight-nya yang objektif tentunya berdasarkan base on data,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan media dapat terus berjalan sehingga pesan mengenai bahaya narkotika semakin luas diterima masyarakat.
“Kami hanya menitipkan pesan bahwa arti bahayanya narkoba seperti ini. Dan agar teman-teman, masyarakat Bali khususnya dapat menerima manfaat dan apa yang kita lakukan dapat dirasakan oleh masyarakat Bali menuju Indonesia Emas,” kata Jenderal bintang satu Putu Putra Sedana.
Menyasar Lintas Generasi
Program Bali Bersinar juga diarahkan untuk menjangkau berbagai kelompok usia atau cross-generation.
Putu Putera Sedana mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada satu kelompok generasi, tetapi mencakup anak-anak hingga generasi dewasa.
“Semua target generasi yang kami sebut dengan istilah cross-generation, di mana anak-anak generasi Alfa, hingga milenial dan generasi Z,” jelasnya.
Menurutnya, terdapat dua aspek yang ingin didorong melalui kegiatan tersebut, yakni perubahan mindset dan purpose.
“Kami berharap dua aspek yang dapat kita ubah, yang pertama mindset, yang kedua adalah purpose. Jadi jangan sampai perubahan kebiasaan yang baik ini tidak hanya berhenti di sini saja,” ujarnya.
Ia berharap pesan tersebut terus dilanjutkan oleh pemerintah, media dan tokoh masyarakat sehingga edukasi mengenai bahaya narkotika tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Efektivitas Diukur dari Partisipasi
Terkait efektivitas kegiatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika, Putu Putera Sedana mengatakan pengukuran masih memerlukan proses lebih lanjut.
Salah satu indikator awal yang dapat dilihat adalah jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti kegiatan. Namun, ia mengakui bahwa data tersebut belum secara otomatis dapat menggambarkan perubahan kesadaran atau perilaku peserta setelah mengikuti kegiatan.
“Kami coba lihat dari pendaftar peserta. Itu pun juga kami belum bisa mendata apakah betul-betul menggunakan atau tidak, khususnya para peserta yang nanti akan ikut,” katanya.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak diarahkan hanya untuk melihat dampak kepada peserta secara langsung, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Penulis: I Nyoman Arta Wirawan
Editor: I Nyoman Arta Wirawan


