
DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, melepas Parade Kirab Merah Putih Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti sekitar 1.000 anak TK/PAUD se-Kota Denpasar. Parade ini menjadi momentum menanamkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, persatuan dan kebersamaan kepada anak-anak sejak usia dini.
Selain Parade dan Kirab Merah Putih, kegiatan juga dirangkaikan dengan Ikrar Anak Indonesia Hebat, Karnaval Pakaian Adat Nusantara, serta Senam Anak Indonesia Hebat.
Turut hadir Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar AA Putu Gede Wibawa, Anggota DPRD Kota Denpasar Yonathan Andre Baskoro, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar AA Gede Wiratama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar Ni Ketut Sri Karyawati, Ketua PGRI Kota Denpasar I Ketut Suarya, serta undangan lainnya.
Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dikemas melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak.
Menurutnya, pendidikan karakter dan nilai kebangsaan perlu diperkenalkan sejak usia dini agar menjadi fondasi bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
“Parade Kirab Merah Putih ini bukan sekadar kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi menjadi wahana pembelajaran yang sangat baik bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai bangsanya sejak dini,” ujar Eddy Mulya.
Ia mengatakan pengenalan simbol-simbol kebangsaan, keberagaman budaya Nusantara, kebersamaan serta aktivitas yang mendorong pola hidup sehat merupakan bagian penting dalam membangun karakter anak.
“Melalui kebersamaan, pengenalan simbol-simbol kebangsaan, keberagaman budaya Nusantara, serta kegiatan yang menumbuhkan semangat hidup sehat, kita sedang menanamkan fondasi karakter generasi penerus,” katanya.
Menurut Eddy, anak-anak saat ini merupakan generasi yang akan menentukan masa depan bangsa, termasuk masa depan Kota Denpasar.
Karena itu, pembentukan karakter anak membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat dan pemerintah.
Eddy Mulya menegaskan pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, sikap, kecintaan terhadap bangsa serta kemampuan menghargai keberagaman.
Baca Juga:
|Kadin Bali Dorong Event Olahraga Jadi Penggerak UMKM dan Sport Tourism
“Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Harapannya, anak-anak Denpasar dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak baik, menghargai keberagaman, serta bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti Kirab Merah Putih dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif karena anak memperoleh pengalaman secara langsung melalui kegiatan bersama.
Selain menumbuhkan nasionalisme, kegiatan tersebut juga memperkuat interaksi sosial dan kebersamaan di tengah keberagaman peserta. Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Ni Nyoman Puspitawati Yasa menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan diikuti sekitar 1.000 anak TK/PAUD se-Kota Denpasar bersama kepala sekolah, guru dan para pendamping. Menurut Puspitawati, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, persatuan, kebersamaan serta pola hidup sehat kepada anak-anak.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, persatuan, dan kebersamaan kepada anak-anak sejak usia dini,” ujar Puspitawati.
Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pembiasaan positif dalam kehidupan anak sehari-hari.
“Dengan demikian, kecintaan terhadap bangsa dan negara dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.


