Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Dorong Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas

0
1039
Foto: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9/2026).

TABANAN, KEN-KENKHABARE – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9/2026).

Festival layang-layang yang memasuki penyelenggaraan tahun ketiga ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian permainan tradisional, tetapi juga ruang berkumpulnya komunitas dari berbagai daerah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Sebanyak 920 peserta dari Tabanan, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Kota Denpasar ambil bagian dalam festival tersebut. Sejak pagi, Area Subak Serongga dipadati peserta dan masyarakat yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan perlombaan.

Pembukaan festival turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Camat Kerambitan bersama unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Pangkung Karung, Ketua Pelangi Tabanan, serta peserta festival.

Bupati Sanjaya mengapresiasi panitia, tokoh masyarakat, serta para pemekas Desa Dinas dan Desa Adat Pangkung Karung yang konsisten menyelenggarakan festival tersebut.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan Pangkung Karung Kite Festival memiliki daya tarik dan mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota ke Tabanan.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, para tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Pangkung Karung Kite Festival ini. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Ribuan masyarakat datang ke Desa Pangkung Karung, dan tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita sebagai masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya mengatakan Pemkab Tabanan terus membuka ruang bagi berbagai komunitas untuk melaksanakan kegiatan positif di wilayah Tabanan.

Ia bahkan mendorong Tabanan menjadi salah satu titik berkumpul bagi komunitas, tidak hanya layang-layang, tetapi juga mancing, otomotif, dan berbagai komunitas lainnya.

“Kami ingin Tabanan menjadi salah satu titik berkumpul bagi berbagai komunitas, baik komunitas layang-layang, mancing, otomotif, maupun komunitas lainnya. Silakan datang dan berkegiatan di Tabanan. Pemerintah bersama masyarakat Tabanan tentu sangat terbuka dan menyambut kehadiran masyarakat dari berbagai daerah. Inilah bagian dari keramahan dan semangat kebersamaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Menurut Sanjaya, kegiatan yang menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah memiliki dampak lebih luas daripada sekadar perlombaan. Aktivitas tersebut turut menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi.

Di sisi lain, festival layang-layang menjadi ruang untuk mempertahankan hobi, budaya, kearifan lokal, serta nilai gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat, terutama UMKM di sekitar lokasi. Membuat sebuah layang-layang hingga dapat diterbangkan tinggi membutuhkan proses yang panjang, kreativitas, kerja sama, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga,” jelasnya.

Bupati Sanjaya berharap Pangkung Karung Kite Festival dapat terus digelar secara berkelanjutan setiap tahun dan berkembang menjadi event yang mampu menarik lebih banyak pecinta layang-layang, bahkan hingga tingkat dunia.

Ia juga mengapresiasi pemanfaatan hamparan persawahan sebagai lokasi festival yang dinilai menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat Pangkung Karung.

Ketua Panitia Pangkung Karung Kite Festival III, I Wayan Arjawa, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Sanjaya, terhadap pelestarian permainan tradisional layang-layang.

Menurut Arjawa, festival tersebut menjadi wadah pelestarian permainan tradisional, mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan sportivitas generasi muda.

Dalam festival tahun ini, terdapat 17 kategori layangan yang dilombakan dengan penilaian secara objektif oleh dewan juri.

Panitia juga menyiapkan dua piala bergilir Desa Pangkung Karung, piagam penghargaan bagi para juara, satu piala bagi pengirim peserta terbanyak, serta enam piala untuk masing-masing kategori dan penghargaan.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Prokopim Tabanan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here