Presiden Prabowo Hadiri Hari Kedua KTT BRICS 2026, Dorong Ketahanan dan Pertumbuhan Global Inklusif

0
1053
Foto: Presiden Prabowo Subianto mengikuti rangkaian hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 pada Minggu, 13 September 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

NEW DELHI, INDIA, KEN-KENKHABARE — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri rangkaian hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Minggu (13/9/2026).

Presiden Prabowo mengikuti sesi pertemuan pemimpin negara anggota dan mitra BRICS yang mengangkat tema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pembahasan para pemimpin BRICS mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam membentuk pertumbuhan ekonomi global yang lebih inklusif, tangguh dan berkelanjutan.

Sebelum mengikuti agenda pertemuan, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara yang hadir mengikuti sesi foto bersama. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara berdiri berdampingan dengan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Presiden Republik Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

Usai sesi foto bersama, Presiden Prabowo tampak berbincang dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr.

Baca Juga:  Kontes Be Gembrong Rangkaian HUT ke-530 Kota Tabanan 

Presiden Prabowo kemudian menuju ruang pertemuan untuk mengikuti pembahasan bersama para pemimpin negara anggota dan mitra BRICS.

Dalam sesi tersebut, para pemimpin negara bertukar pandangan mengenai pentingnya membangun ketahanan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dinamika ekonomi internasional, perubahan teknologi, ketidakpastian geopolitik, serta kebutuhan pembangunan berkelanjutan.

Perdana Menteri India Narendra Modi, selaku tuan rumah sekaligus pemegang Presidensi BRICS 2026, menekankan empat prinsip utama yang menjadi fokus Presidensi India, yakni ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

“Di bawah Presidensi India, kami telah memfokuskan semua upaya kami pada prinsip-prinsip utama ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan,” ujar Modi.

Menurut Modi, dukungan negara-negara anggota dan mitra BRICS menjadi faktor penting dalam menerjemahkan visi tersebut ke dalam agenda kerja sama yang berkelanjutan.

“Saya bersyukur bahwa dengan bantuan dan dukungan Anda, kami telah mampu mengubah visi kami dengan lancar menjadi visi yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Setelah pengantar dari PM Modi, pertemuan dilanjutkan dengan penyampaian pandangan para pemimpin negara anggota dan mitra BRICS.

Pembahasan diarahkan pada upaya bersama membentuk masa depan pertumbuhan global yang tidak hanya lebih tinggi, tetapi juga inklusif, tangguh dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Kombespol Deddy Foury Millewa Sabet Man of The Year Banyuwangi Kategori Tokoh Pengayom Masyarakat 2023

Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS 2026 juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat peran strategisnya dalam forum kerja sama negara-negara Global South.

Indonesia dapat mendorong agenda yang menempatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, ketahanan ekonomi, perdagangan, investasi, teknologi dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari prioritas kerja sama BRICS.

Di sisi lain, penguatan kerja sama antarpelaku usaha menjadi elemen penting untuk menerjemahkan kesepakatan politik para pemimpin BRICS ke dalam aktivitas ekonomi yang konkret.

Dalam rangkaian BRICS Business Forum 2026, Ketua BRICS Business Council Indonesia sekaligus Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie sebelumnya juga menekankan pentingnya memperkuat mobilitas bisnis intra-BRICS, termasuk melalui gagasan BRICS Business Travel Card yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas pelaku usaha antarnegera anggota.

Langkah tersebut dinilai penting agar BRICS tidak hanya menjadi forum kerja sama antarpemerintah, tetapi juga mampu membuka lebih banyak ruang bagi dunia usaha, investasi, perdagangan dan pemberdayaan UMKM.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: BPMSetpres
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here