ENSIA 2026, Gubernur Koster: Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam

0
1033
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri puncak penganugerahan ENSIA 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (10/9/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali harus berjalan selaras dengan kelestarian alam dan kehidupan masyarakat. Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Bali yang berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Koster saat menghadiri puncak penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (10/9/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, serta Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna.

Koster mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026 oleh SUCOFINDO yang memberikan penghargaan terhadap berbagai inovasi di bidang lingkungan dan sosial. Menurutnya, semangat ENSIA sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan.

Koster menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan kehidupan yang sehat, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh makhluk hidup.

Baca Juga:  Perkuat Nilai Ideologi Ketahanan Keluarga, Empat Badan dan Tiga Kementerian Negara Gelar Kolaborasi Bertajuk Pancasila dalam Tindakan

Prinsip tersebut kemudian diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, yang mengamanatkan pembangunan di Bali dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keharmonisan hubungan manusia dan alam.

“Tidak boleh hidup sendiri, lalu mematikan yang lain. Hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus harmonis dengan alam. Itulah ajaran leluhur kami dan menjadi konsep teknokratis pembangunan agar Bali terjaga dengan baik untuk masa depan generasi penerus,” ujar Koster.

Menurutnya, prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan pembangunan, termasuk penggunaan energi bersih dan penguatan pengelolaan lingkungan.

Salah satu program prioritas yang dikembangkan Pemprov Bali adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Koster menyebut pengembangan energi surya telah didorong sejak 2019 sebagai bagian dari transformasi menuju penggunaan energi bersih di Bali.

Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan PLTS di Bali mendapat dukungan Pemerintah Pusat. Bali diharapkan memperoleh pasokan listrik sebesar 1.000 MW dari pengembangan PLTS sebagai bagian dari program nasional berkapasitas 100 GWp.

Pengembangan energi bersih tersebut, lanjut Koster, tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat ekosistem pariwisata Bali yang berkualitas.

Selain energi bersih, Koster menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam memperkuat penanganan sampah. Ia menyebut upaya yang dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan perkembangan positif.

Khusus di kawasan Denpasar dan Badung, menurut Koster, tingkat pemilahan sampah telah mencapai 80 hingga 90 persen. Kondisi tersebut disebut berdampak terhadap semakin menurunnya beban TPA Suwung.

Baca Juga:  Idul Fitri 1445 H, Kemenkumham RI Beri Remisi Khusus Bagi Anak Binaan Beragama Islam

“Khusus untuk kawasan Denpasar dan Badung, tingkat pemilahan sampah telah mencapai 80 hingga 90 persen. Hal ini berdampak pada beban TPA Suwung yang makin menurun,” tambahnya.

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat turut mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026. Pemerintah, menurutnya, terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan, termasuk memperkuat tanggung jawab pelaku usaha terhadap sampah yang dihasilkan.

Salah satu perhatian diarahkan pada produk makanan dengan kemasan plastik yang berkontribusi terhadap timbulan sampah.

Sementara itu, Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna menjelaskan, ENSIA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan PT SUCOFINDO bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengapresiasi pelaku usaha dan local hero atas inovasi nyata di bidang lingkungan dan sosial.

ENSIA juga diarahkan untuk mendorong inovasi berkelanjutan yang selaras dengan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.

Antusiasme peserta pada ENSIA 2026 meningkat. Panitia menerima 954 makalah inovasi dari 253 perusahaan serta menyeleksi 48 calon local hero inspiratif.

Pada ENSIA 2026, penghargaan Best of the Best Participant diraih PT Smelting. Empat peserta terbaik lainnya adalah PT PLN Nusantara Power UP Rembang, PT TIMAH Tbk Divisi Pengolahan dan Peleburan Kundur, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, serta PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here