
DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga laut, lingkungan, sekaligus membangun ketahanan pangan melalui peningkatan konsumsi ikan.
Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, saat menghadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Sabtu (22/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 135 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Sebelum malam pemilihan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian paket ikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Dalam pemilihan tersebut, Ni Komang Larasati terpilih sebagai Duta Maritim Bali Tahun 2026. Sementara Ariella terpilih sebagai Kids Maritim Bali 2026 dan Duma sebagai Pra-Kids Maritim Bali 2026.
Turut hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Machmud, S.P., M.Sc., Dewan Pembina Forum Maritim Bali sekaligus Anggota DPR RI I Nyoman Parta, S.H., Ketua PHRI Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, S.T., M.M.S., akademisi dari Universitas Udayana dan UGM, jajaran OPD Pemkot Denpasar, peserta, orang tua serta undangan lainnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa melalui sambutan video.
Eddy Mulya mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pemilihan duta, melainkan bagian dari upaya bersama membangun kesadaran generasi muda mengenai kelautan, lingkungan dan pangan.
Menurutnya, generasi muda yang terlibat dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ikon atau representasi kegiatan, tetapi mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, nelayan, maupun masyarakat pesisir, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya berharap anak-anak ini tidak hanya menjadi ikon kegiatan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyampaikan pesan-pesan positif mengenai kelautan kepada teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujar Eddy.
Ia menilai edukasi mengenai laut perlu ditanamkan sejak usia dini karena keberlanjutan ekosistem laut berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat dan ketahanan pangan.
Selain menjaga lingkungan, generasi muda juga perlu memahami pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein yang sehat dan bergizi. Eddy mengatakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) menjadi salah satu upaya membangun generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.
Baca Juga:
| Kadin Bali Dorong Event Olahraga Jadi Penggerak UMKM dan Sport Tourism
Karena itu, edukasi kelautan dinilai tidak dapat dipisahkan dari pemahaman mengenai potensi perikanan dan pentingnya konsumsi ikan.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Forum Maritim Bali kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Kepada seluruh peserta, kami berpesan jadilah generasi yang mencintai laut, jadilah generasi yang peduli lingkungan, jadilah generasi yang gemar makan ikan, dan jadilah generasi yang mampu menginspirasi,” katanya.
Eddy juga menekankan bahwa generasi muda tidak harus menunggu dewasa untuk memberikan kontribusi bagi lingkungan dan masyarakat.
Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti mengurangi sampah, menjaga kebersihan lingkungan, mengenal ekosistem laut, serta mengajak keluarga dan teman untuk mengonsumsi ikan.
KKP: Laut dan Pangan Berkaitan dengan Kedaulatan
Sementara itu, Sekretaris Dirjen PDSPKP Kementerian KKP RI, Machmud, mengatakan pemerintah terus menjaga sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai kebijakan dan program strategis yang berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan sektor kelautan dan perikanan juga berkaitan dengan agenda swasembada pangan yang menjadi salah satu pilar dalam misi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Kebijakan tersebut, kata Machmud, menempatkan ketersediaan pangan mandiri sebagai salah satu fondasi kedaulatan nasional, stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga :
| Lantik 163 Pejabat, Bupati Adi Arnawa Tekankan Kinerja dan Amanah
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.
“Pemerintah pusat mendukung penuh Forum Maritim Bali melalui Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 sebagai wadah memperkuat sinergi menjaga kekayaan laut dan membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga pentingnya laut, lingkungan, dan pangan dari kekayaan kelautan dan perikanan di Bali,” ujar Machmud.
Ia menambahkan, berbagai program lain juga terus dilakukan, termasuk penanggulangan sampah di laut dan program Gemarikan.
Dewan Pembina Forum Maritim Bali sekaligus Anggota DPR RI I Nyoman Parta mengatakan salah satu hal yang menarik dari peserta adalah tingkat edukasi dan kepercayaan diri mereka.
Menurut Parta, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan komunitas, tetapi juga telah terlibat dalam kegiatan edukasi di sekolah-sekolah.
“Mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan komunitas, tetapi juga sering masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang bagaimana merawat laut, mengenalkan apa saja yang ada di laut, serta membangun kebiasaan gemar makan ikan,” ujar Parta.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian dan dukungan lebih besar kepada komunitas yang bergerak di bidang kelautan.
Menurutnya, para relawan, termasuk anak-anak dan generasi muda, memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap laut.
“Mereka adalah generasi yang dapat membantu mengedukasi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap laut, lingkungan, dan konsumsi ikan. Saya berharap gerakan ini dapat terus dibangun dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak-anak yang terlibat dan semakin luas manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Eddy Mulya menegaskan pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, nelayan dan generasi muda.
“Pemkot Denpasar terus mendorong berbagai upaya dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan, peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, penguatan ketahanan pangan, peningkatan konsumsi ikan, serta pelestarian lingkungan,” kata Eddy.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menjadikan Bali, khususnya Kota Denpasar, sebagai daerah yang semakin peduli terhadap kelestarian laut sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.
Eddy berharap para duta yang terpilih mampu menjalankan amanah dengan baik dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi momentum untuk semakin memperkuat kepedulian kita terhadap laut, lingkungan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” pungkas Eddy.
Penulis/Editor: I Nyoman Arta W


