Universitas Warmadewa Latih UMKM dan Aparat Desa Dauh Puri Kangin Manfaatkan Teknologi AI

0
50
Foto: Tim akademisi Universitas Warmadewa memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) kepada pelaku UMKM dan aparat Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar, guna meningkatkan produktivitas usaha dan efisiensi tata kelola desa.

DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Universitas Warmadewa (Unwar) mendorong peningkatan produktivitas UMKM dan tata kelola desa melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Edukasi dan pendampingan tersebut menyasar pelaku UMKM, khususnya sektor ekonomi sirkuler, serta penggerak komunitas dan aparat Desa Dauh Puri Kangin, Kota Denpasar.

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada (9/7/2026), yang diinisiasi tim akademisi Universitas Warmadewa, yakni Dr. Dewa Putu Yudi Pardita, S.E., M.Si., I Made Setena, S.E., M.Agb., dan Dr. Anak Agung Gde Krisna Paramita, S.Pd., M.Pd., bersama mahasiswa.

Pemanfaatan AI dalam program tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, terutama keterbatasan waktu dan keterampilan dalam membuat materi promosi serta memperluas pemasaran secara digital.

Melalui pelatihan praktis, para pelaku UMKM diperkenalkan dengan teknologi Generative AI yang dapat digunakan sebagai asisten virtual dalam mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.

Peserta juga mendapatkan pelatihan prompt engineering, yakni teknik memberikan instruksi secara efektif kepada AI untuk menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan.

Dengan keterampilan tersebut, pelaku UMKM didorong mampu membuat copywriting atau naskah promosi, menyusun katalog produk digital, hingga menyiapkan skrip layanan pelanggan secara lebih cepat dan efisien.

Baca Juga:  Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Bupati Adi Arnawa: Momentum Menjaga dan Memuliakan Alam Bali

Pemanfaatan AI tersebut disebut mampu menghemat biaya promosi sekaligus mengefisienkan waktu kerja hingga lebih dari 60 persen. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk meningkatkan kualitas produk dan pengembangan usaha.

Tidak hanya menyasar pelaku usaha, program Universitas Warmadewa juga memperkenalkan pemanfaatan AI untuk mendukung tata kelola kelembagaan di tingkat desa.

Para penggerak komunitas dan aparat desa mendapatkan pendampingan dalam memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan administratif, seperti penyusunan draf Standard Operating Procedure (SOP), rekapitulasi data monitoring bulanan, serta pembuatan ringkasan laporan.

Pemanfaatan AI juga diarahkan untuk membantu merapikan sistem pembukuan komunitas sehingga proses administrasi, pelaporan, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tertata.

Meski demikian, penggunaan AI dalam tata kelola desa ditekankan tetap dilakukan secara etis, dengan menempatkan teknologi sebagai alat bantu dan bukan pengganti peran manusia dalam pengambilan keputusan.

Kolaborasi antara akademisi Universitas Warmadewa, aparat Desa Dauh Puri Kangin, dan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa teknologi AI dapat dimanfaatkan di tingkat desa untuk meningkatkan produktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan.

Pemanfaatan teknologi secara tepat dan beretika diharapkan mampu menjadi tuas pengungkit bagi kemandirian masyarakat dan desa, terutama dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Program tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 yang berkaitan dengan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca Juga:  Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkot Denpasar Gelar Aneka Lomba Antar-OPD

Dengan semakin terbukanya akses terhadap teknologi AI, UMKM dan masyarakat desa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan membangun tata kelola yang lebih efektif.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here