Hadiri Majaya-Jaya PAKIS MDA Denpasar, Ny. Sagung Antari Dorong Penguatan Peran Krama Istri

0
53
Foto: Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri Majaya-Jaya PAKIS MDA Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha.

DENPASAR, KEN-KEN – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menghadiri prosesi Majaya-Jaya Pasikian Paiketan Krama Istri (PAKIS) Majelis Desa Adat Kota Denpasar masa bakti 2026–2031 di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Rabu (29/7/2026).

Prosesi tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Prajuru PAKIS MDA Kota Denpasar dan PAKIS MDA Kecamatan se-Kota Denpasar. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi dan kontribusi perempuan adat dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya Bali.

Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Denpasar I Made Arka, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar beserta jajaran, para jro bendesa adat se-Kota Denpasar, Manggala PAKIS Provinsi Bali, tokoh adat, serta undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Desa Adat Kota Denpasar tentang penetapan dan pengukuhan Prajuru PAKIS MDA Kota Denpasar serta PAKIS MDA Kecamatan se-Kota Denpasar masa bakti 2026–2031.

Prosesi dilanjutkan dengan pamikukuh yang dipimpin Bendesa Madya MDA Kota Denpasar sebagai penanda dimulainya tanggung jawab dan pengabdian para prajuru dalam menjalankan organisasi.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang juga menjadi Pembina PAKIS MDA Kota Denpasar menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis, baik sebagai penguat keluarga maupun penjaga nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga:  Hadiri Ngenteg Linggih Pura Gunung Sari, Jaya Negara Apresiasi Kemandirian dan Semangat Gotong Royong Umat

Keberadaan PAKIS diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi bagi krama istri, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat solidaritas, dan mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan Kota Denpasar.

“PAKIS diharapkan mampu mempererat persaudaraan antarkrama istri sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam menjaga adat, budaya, dan mendukung pembangunan Kota Denpasar,” ujar Ny. Sagung Antari.

Ia menegaskan bahwa peran perempuan adat saat ini semakin luas. Selain menjaga keharmonisan keluarga dan pelaksanaan kegiatan adat, perempuan juga memiliki kontribusi penting dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ny. Sagung Antari berharap sinergi antara PAKIS, desa adat, dan Pemerintah Kota Denpasar terus diperkuat melalui program-program pemberdayaan masyarakat yang konkret dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Hadiri Karya di Pura Gede Batur Pererenan, Bupati Adi Arnawa Ajak Krama Jaga Budaya dan Pariwisata Badung

Kolaborasi tersebut dinilai sejalan dengan berbagai program prioritas Pemerintah Kota Denpasar, mulai dari pelestarian adat dan budaya, penguatan ketahanan keluarga, penanganan persoalan sampah, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis desa adat.

“Sinergi antara organisasi perempuan adat, desa adat, dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali sekaligus mewujudkan masyarakat yang harmonis, berbudaya, dan sejahtera,” katanya.

Menurutnya, jaringan PAKIS hingga tingkat kecamatan dan desa adat menjadi kekuatan penting dalam menyampaikan edukasi sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.

Dengan dukungan krama istri, berbagai program pemerintah diharapkan dapat menjangkau keluarga dan komunitas adat secara lebih efektif.

Sementara itu, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, I Ketut Wisna, menegaskan bahwa PAKIS merupakan salah satu badan otonom Majelis Desa Adat yang memiliki peran penting sebagai wadah perjuangan krama istri.

PAKIS diharapkan menjadi kekuatan dalam menjaga kelestarian adat, agama, tradisi, seni, dan budaya Bali, baik secara sekala maupun niskala.

“Pengurus yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjalankan swadharma dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan awig-awig, AD/ART Majelis Desa Adat Bali, serta semangat ngayah demi kemajuan desa adat dan masyarakat,” ujarnya.

I Ketut Wisna juga mengingatkan agar para prajuru mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan MDA, desa adat, pemerintah, serta organisasi perempuan lainnya.

Prosesi Majaya-Jaya ditutup dengan doa bersama sebagai simbol permohonan tuntunan, keselamatan, dan kelancaran bagi seluruh pengurus dalam menjalankan amanah selama masa bakti 2026–2031.

Kepengurusan baru PAKIS MDA Kota Denpasar dipimpin oleh Manggala Prof. Dr. Ida Ayu Trisnawati bersama jajaran prajuru yang telah dikukuhkan.

Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, PAKIS MDA Kota Denpasar diharapkan semakin aktif memperkuat peran krama istri, menjaga warisan budaya Bali, serta mendukung terwujudnya masyarakat Denpasar yang harmonis, berdaya, dan sejahtera.

Pewarta/Editor: I Nyoman Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here