Siswa SD di Denpasar Dikenalkan Mesolah dan Megending, Jaya Negara: Momentum Tanamkan Budaya Bali Sejak Dini

0
58
Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau langsung pengenalan muatan lomal lewat mesolah dan megending kepada peserta didik di SD Negeri Tulangampiang, Denpasar, Kamis (23/7).

“Muatan Lokal Diperkuat Melalui MPLS untuk Membentuk Karakter, Kreativitas, dan Kecintaan terhadap Budaya Bali

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat implementasi muatan lokal di lingkungan sekolah dasar sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik sekaligus pelestarian budaya Bali sejak usia dini. Selain pembelajaran Bahasa Bali, para siswa kini diperkenalkan dengan materi mesolah dan megending yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.

Program tersebut dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan dihadiri langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di SD Negeri Tulangampiang, Denpasar, Kamis (23/7).

Kegiatan dipandu Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, bersama tim. Para siswa baru tampak antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran yang memadukan seni, bahasa, dan budaya Bali dalam suasana yang interaktif.

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, Perbekel Desa Pemecutan Kaja AA Ngurah Arwatha, Kepala SD Negeri Tulangampiang I Made Astawa, para kepala SD se-Kecamatan Denpasar Utara, serta guru dan tenaga kependidikan.

Baca Juga:  Gubernur Koster Batasi Akses OSS bagi Sejumlah KBLI PMA, Lindungi Ruang Usaha UMKM Bali

Salah seorang siswa, Dwi Sea Anindhira, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran mesolah dan megending membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus memperkenalkan bahasa, seni, dan budaya Bali secara bersamaan.

“Senang. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena belajarnya jadi menyenangkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengatakan pengenalan mesolah dan megending merupakan bagian dari penguatan muatan lokal yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga selaras dengan pelaksanaan MPLS yang mengedepankan prinsip ramah anak, edukatif, inklusif, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan identitas budaya, dan pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan muatan lokal akan terus dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler sebagai bagian dari pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.

“Melalui pengenalan mesolah dan megending, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual sehingga anak-anak semakin mencintai bahasa, seni, dan budaya Bali sejak dini,” kata Wiratama.

Baca Juga:  Penutupan Bulan Bahasa Bali VI

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi semangat para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan budaya sejak dini merupakan investasi penting dalam menjaga identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

“Minimal dasar-dasar budaya Bali sudah dikenal oleh siswa sejak dini, mulai dari Bahasa Bali, tari Bali, hingga megending Bali,” ujar Jaya Negara.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi kreativitas generasi muda melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan ruang berekspresi di bidang seni dan budaya.

Berbagai ajang seperti Pesta Kesenian Bali (PKB), Denpasar Festival (Denfest), serta kegiatan seni budaya lainnya di Kota Denpasar menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.

“Harapan kami, budaya dan tradisi Bali dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda. Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah pelestarian budaya itu sendiri. Di era saat ini, selain harus memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional, muatan lokal juga sangat penting dikenalkan kepada peserta didik,” tegas Jaya Negara.

Melalui penguatan muatan lokal sejak jenjang sekolah dasar, Pemerintah Kota Denpasar berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta kebanggaan terhadap bahasa, seni, dan budaya Bali sebagai identitas daerah.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here