Gubernur Koster dan Warga Sepakati Pembebasan Lahan Turyapada Tower Sesuai Appraisal

0
93
Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra melakukan pertemuan dengan masyarakat di sekitar kawasan Turyapada Tower, (17/5)

BULELENG, KEN-KEN – Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama masyarakat di sekitar kawasan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, menyepakati proses pembebasan lahan untuk mendukung penguatan pembangunan kawasan tersebut.

Kesepakatan itu menjadi bagian penting dari pengembangan Turyapada Tower sebagai menara komunikasi setinggi 115 meter yang difungsikan sebagai pusat pemancar siaran TV digital, telekomunikasi, sekaligus ikon wisata baru di Kabupaten Buleleng.

Hal tersebut terungkap saat Gubernur Bali, Wayan Koster, didampingi Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, melakukan pertemuan dengan masyarakat di sekitar kawasan Turyapada Tower pada Minggu, Redite Wage Wariga, 17 Mei 2026.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra; Inspektur Daerah Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Sudarsana; serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha.

Dalam keterangannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali saat ini memasuki tahap II. Pada tahap ini, pengembangan kawasan akan mencakup penataan area, pembangunan fasilitas planetarium, convention center, gondola, hingga akses jalan masuk.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, proses pembebasan lahan mulai dilakukan. Koster menegaskan bahwa masyarakat di sekitar kawasan telah menyepakati proses pembebasan lahan dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku, termasuk penentuan harga berdasarkan appraisal.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Denpasar Terima Kunker Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Bahas Kerukunan dan Dana Hibah

“Sudah ada titik yang disepakati untuk pembebasan lahannya. Lebarnya cukup 20 meter dan panjangnya sesuai kebutuhan sekitar 1 kilometer. Untuk harga lahannya ada lembaga yang melakukan appraisal, dan proses ini dilakukan dalam waktu dekat supaya bisa dibebaskan dan dibayar langsung kepada masyarakat pemilik lahan,” jelas Gubernur Koster kepada awak media.

Menurut Koster, setelah pembebasan lahan selesai, Pemerintah Provinsi Bali akan melanjutkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk ruang UMKM dan koperasi.

Ia menegaskan, masyarakat di sekitar kawasan Turyapada Tower akan dilibatkan dan diberikan akses terhadap berbagai fasilitas yang disiapkan pemerintah. Hal ini bertujuan agar keberadaan Turyapada Tower tidak hanya menjadi infrastruktur strategis, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Lepas Peserta UNR RUN 2026, Semarakkan Dies Natalis ke-47 Universitas Ngurah Rai

Tujuannya, kata Koster, agar masyarakat memiliki tempat berusaha yang tertata dan layak. Saat Turyapada Tower mulai beroperasi, anak-anak lulusan SMA/SMK dari kawasan sekitar serta warga setempat juga akan mendapat prioritas pelatihan kerja agar siap bekerja di kawasan tersebut.

“Penataan rumah penduduk di kawasan Turyapada Tower juga akan kami lakukan dengan merevitalisasi rumah warga yang jumlahnya mencapai sekitar 40 rumah. Proses revitalisasi tersebut salah satunya meliputi perbaikan atap rumah agar kawasan ini terlihat indah. Untuk biayanya akan dihitung dan menggunakan dana APBD,” tegasnya.

Selain membahas pembebasan lahan dan penataan kawasan, Gubernur Koster juga menyempatkan diri meninjau pengerjaan proyek communal space yang akan diperuntukkan sebagai tempat UMKM. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan Turyapada Tower.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Koster juga menikmati keindahan bunga pecah seribu berwarna ungu yang tumbuh di sekitar kawasan. Keindahan alam tersebut dinilai menjadi salah satu daya tarik yang dapat memperkuat potensi Turyapada Tower sebagai destinasi wisata baru di Buleleng.

Melalui pengembangan tahap II ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemancar digital dan telekomunikasi, tetapi juga menjadi kawasan terpadu yang mendukung pariwisata, ekonomi lokal, UMKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here