
DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Dinas Sosial Kota Denpasar mendorong penguatan penelitian, dokumentasi, dan edukasi sejarah perjuangan Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa sebagai bagian dari upaya mengusulkan tokoh pejuang tersebut sebagai Pahlawan Nasional.
Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Laxmy Saraswaty, menjelaskan bahwa seminar tentang sosok, perjuangan, pengabdian, dan keteladanan Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa yang digelar di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Selasa (27/10/2026), menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kajian sejarah tersebut.
Menurut Laxmy, upaya menggali sejarah tidak cukup hanya dengan mengumpulkan informasi mengenai sosok dan perjalanan perjuangan Kapten Japa. Penelusuran juga perlu dilakukan terhadap berbagai jejak sejarah yang masih dapat ditemukan, termasuk monumen, nama jalan, dan nama lapangan yang berkaitan dengan perjuangan para pejuang.
“Langkah berikutnya adalah melakukan kajian lebih mendalam, mengumpulkan bahan-bahan sejarah, serta menelusuri jejak perjuangan beliau. Kita juga perlu melihat kembali keberadaan monumen, nama jalan, dan nama lapangan yang berkaitan dengan sejarah perjuangan para pejuang,” demikian rekonstruksi redaksional atas penjelasan Laxmy berdasarkan transkripsi yang tersedia.
Laxmy mengatakan, pengenalan sejarah kepada generasi muda juga menjadi perhatian penting. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penyelenggaraan lomba video bagi anak-anak untuk mengetahui sejauh mana mereka mengenal sosok Kapten Japa dan perjuangannya.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuat sejarah perjuangan lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Edukasi sejarah tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan nama tokoh, tetapi juga menanamkan nilai keberanian, pengabdian, dan semangat perjuangan.
“Kita ingin mengetahui sejauh mana generasi muda mengenal sosok dan perjuangan Kapten Japa. Karena itu, edukasi sejarah perlu dikemas dengan cara yang menarik agar anak-anak memahami nilai perjuangan dan pengorbanannya,” merupakan rumusan redaksional yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber sebelum dipublikasikan sebagai kutipan langsung.
Lebih lanjut Laxmy mengatakan bahwa seminar lokal dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat, dan nantinya akan dilanjutkan dengan seminar nasional. Buku mengenai perjuangan Kapten Japa juga disiapkan yang sudah dicetak dan disebarluaskan ke sekolah-sekolah sebagai bahan pembelajaran sejarah.
Ke depan, hasil seminar akan ditindaklanjuti melalui kajian lanjutan dan koordinasi dengan pemerintah. Seminar berskala nasional juga diharapkan dapat memperluas pembahasan mengenai perjuangan Kapten Japa serta memperkuat dukungan terhadap pendokumentasian sejarahnya.
“Pengumpulan dokumen, publikasi, dan kesaksian dari orang-orang yang mengetahui secara langsung peristiwa perjuangan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Berbagai bahan sejarah perlu diteliti dan diverifikasi agar kronologi serta peristiwa yang diungkap memiliki landasan yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Upaya ini juga berkaitan dengan proses pengusulan Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa sebagai Pahlawan Nasional. Pengusulan tersebut memerlukan penelitian dan pengkajian sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga dukungan terhadapnya harus disertai bukti sejarah yang kuat.
Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa dikenal dalam sejarah perjuangan Bali, khususnya peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar pada 11 April 1946. Penguatan dokumentasi dan penyebarluasan sejarah perjuangannya diharapkan dapat menjaga ingatan kolektif masyarakat sekaligus mewariskan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi penerus.
Melalui penelitian berkelanjutan, edukasi di sekolah, serta kolaborasi pemerintah, sejarawan, organisasi veteran, dan masyarakat, perjuangan Kapten Japa diharapkan semakin dikenal luas.
“Namun, status Pahlawan Nasional tetap bergantung pada proses pengusulan, penelitian, dan penetapan resmi oleh pemerintah,” pungkasnya.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Reporter: Tim liputan ken-kenkhabare


