
BADUNG, KEN-KENKHABARE — Pemerintah Kabupaten Badung meluncurkan inovasi Badung Celang (Badung Cerdas Mengelola Keuangan) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Pada momentum Bulan Inklusi Keuangan 2026, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa juga mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Badung.
Peluncuran program dan pengukuhan tersebut berlangsung di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Badung.
Pengukuhan ditandai dengan penyematan selempang Bunda Literasi Keuangan oleh Bupati Adi Arnawa kepada Rasniathi Adi Arnawa.
Dalam sambutannya, Adi Arnawa menegaskan bahwa penunjukan Bunda Literasi Keuangan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah untuk menghadirkan program edukasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola keuangan sekaligus melindungi mereka dari risiko kejahatan keuangan digital dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
“Pengukuhan hari ini bukanlah sekadar seremonial. Bunda Literasi Keuangan memiliki tanggung jawab besar untuk menyusun program-program nyata yang menjangkau tingkat kecamatan, desa hingga unit terkecil yaitu rumah tangga. Ibu rumah tangga memiliki peran sentral dalam mengelola tata kelola keuangan keluarga. Jika literasi keuangan keluarga kuat, kita dapat mempercepat terwujudnya Kabupaten Badung yang cerdas dan sejahtera,” tegas Bupati.
Melalui program Badung Celang, Pemkab Badung mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang bijak, termasuk kemampuan mengenali layanan keuangan legal serta menghindari tawaran keuangan ilegal yang berisiko merugikan.
Pelaksanaan program diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi edukasi yang menjangkau kecamatan, desa, kelurahan, hingga rumah tangga. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin cermat dalam mengambil keputusan keuangan, menggunakan layanan formal secara bertanggung jawab, serta mengantisipasi risiko penipuan dan pinjaman ilegal.
Adi Arnawa juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK/P3K). Menurutnya, pemahaman yang baik diperlukan agar aparatur lebih bijak dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal.

Rasniathi Adi Arnawa dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Keuangan dengan fokus edukasi hingga tingkat keluarga.
Selain itu, Bupati mendorong sinergi program TPAKD dengan sektor strategis daerah, termasuk pemberian insentif bagi petani dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut diharapkan turut mendukung ketahanan ekonomi masyarakat serta meminimalkan tekanan alih fungsi lahan di Kabupaten Badung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung sekaligus Sekretaris TPAKD Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan terjangkau.
Menurutnya, keberhasilan Badung Celang akan dievaluasi secara berkala. Pengukuran tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada perubahan pemahaman dan perilaku ekonomi masyarakat di lapangan.
Pendekatan tersebut penting agar program literasi keuangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam mengelola keuangan keluarga, memilih produk keuangan, maupun menjalankan kegiatan usaha.
Peluncuran Badung Celang dan pengukuhan Bunda Literasi Keuangan diharapkan memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, organisasi masyarakat, serta perangkat pemerintahan di tingkat wilayah dalam memperluas edukasi keuangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luh Suryaniti, Asisten Administrasi Umum I Wayan Wijana, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Badung, para camat, perbekel, dan lurah se-Kabupaten Badung.
Hadir pula Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman, pimpinan PT Pegadaian Kantor Wilayah Provinsi Bali, Kepala BPD Bali Cabang Badung dan Mangupura, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba bersama jajaran pengurus PKK.
Melalui Badung Celang, Pemkab Badung menargetkan penguatan literasi keuangan yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan membantu keluarga mengambil keputusan keuangan secara lebih cerdas, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mendukung terwujudnya masyarakat Badung yang sejahtera.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Prokopimbadung


