Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil di Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

0
1027
Foto: Pelajar asal Tabanan, I Putu Bagus Sastra berpartisipasi dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam” di Huta Art Space, Tapanuli Utara.

TABANAN, KEN-KENKHABARE — Dua pelajar asal Kabupaten Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu Vidya Pertiwi, mendapat undangan kurator untuk berpartisipasi dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam” di Huta Art Space, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Pameran yang mempertemukan para perupa muda tersebut akan dibuka pada 2 Oktober 2026, pukul 16.00–19.00 WIB. Keduanya menarik perhatian karena berasal dari jenjang pendidikan berbeda, yakni SMA dan sekolah dasar, namun sama-sama mengangkat hubungan manusia, alam, dan kebudayaan Toba melalui perspektif generasi muda Bali.

I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa, siswa kelas X SMA Negeri 1 Tabanan, menghadirkan karya berjudul “Harmoni Alam Toba” (2026) menggunakan cat akrilik di atas kanvas berukuran 50 × 100 sentimeter.

Baca Juga:  Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka di Istana Merdeka Jakarta

Dalam karya tersebut, Bagus mempertemukan figur manusia Batak dengan bentang Danau Toba. Sosok manusia, perbukitan, air dan langit dirangkai menjadi satu kesatuan visual yang menggambarkan hubungan manusia dengan lingkungan dan kebudayaan di sekitarnya.

Bagi Bagus, Toba tidak hanya dipandang sebagai lanskap, tetapi juga sebagai ruang kehidupan dan kebudayaan. Dari perspektif remaja yang tumbuh di Bali, ia mencoba membaca Toba melalui nilai-nilai yang juga dekat dengan kehidupannya, seperti penghormatan terhadap alam, manusia, tradisi dan identitas budaya.

Bagus telah menekuni seni rupa sejak usia anak-anak. Salah satu pencapaian yang disebut dalam perjalanan seninya adalah meraih Grand Prix Mitsubishi Asian Children’s Enikki Festa 2021–2022 di Jepang melalui karya yang mengangkat pengalaman dan kebudayaan Bali.

Sementara itu, Ni Kadek Ayu Vidya Pertiwi, siswa kelas V SD Negeri 1 Biaung, Penebel, Tabanan, menghadirkan dua karya dalam satu seri, yakni “Harmoni Alam Toba #1” dan “Harmoni Alam Toba #2”.

Foto: Pelajar Ni Kadek Ayu Vidya Pertiwi, berpartisipasi dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam” di Huta Art Space, Tapanuli Utara.

Kedua karya tersebut dibuat pada 2026 menggunakan cat gouache di atas kanvas berukuran 50 × 100 sentimeter.

Melalui permainan warna dan sapuan cat yang ekspresif, Ayu menghadirkan keindahan Danau Toba sekaligus hubungan manusia dengan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan dan kebudayaan masyarakat Toba.

Baca Juga:  Ny. Putri Koster Sosialisasikan Upaya “Wujudkan Bali Sebagai Pulau Digital”

Bagi Ayu, alam tidak sekadar menjadi pemandangan. Danau, perbukitan, langit dan vegetasi dipandang sebagai ruang kehidupan yang saling terhubung. Warna-warna yang digunakan menghadirkan kesan kekayaan alam, suasana, sekaligus energi kehidupan di kawasan Toba.

Sebagai anak yang menafsirkan kebudayaan melalui pengalaman artistiknya, Ayu menghadirkan perspektif yang spontan dan segar.

Ayu telah mengenal aktivitas menggambar dan melukis sejak sekitar usia tiga tahun. Ia mengeksplorasi berbagai media, mulai dari cat air, pensil warna, krayon hingga karya digital, sebelum mengembangkan ketertarikan pada penggunaan cat gouache di atas kertas dan kanvas.

Keikutsertaan Bagus Sastra dan Ayu Vidya memperlihatkan bagaimana seni rupa dapat menjadi ruang perjumpaan antargenerasi sekaligus antarbudaya.

Bagus, sebagai pelajar SMA, membangun dialog antara figur manusia, identitas budaya dan lanskap. Sementara Ayu, yang masih duduk di sekolah dasar, menghadirkan keberanian warna, spontanitas dan imajinasi seorang anak.

Keduanya bertemu pada gagasan bahwa alam bukan sekadar latar kehidupan manusia, melainkan bagian dari kebudayaan dan identitas yang perlu dikenali, dihargai dan dijaga.

Baca Juga:  Dukung Promosi Wisata Berbasis Budaya, Bupati Sanjaya Buka Parade Gebogan dan Baleganjur DTW Ulun Danu Beratan & The Blooms Bali Tahun 2026

Tema “Danau Toba: Manusia & Alam” memberikan ruang bagi generasi muda untuk melihat Danau Toba tidak hanya sebagai bentang alam, tetapi juga sebagai ruang hidup tempat alam, manusia, tradisi dan ingatan budaya tumbuh bersama.

Bagi Bagus Sastra dan Ayu Vidya, keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran lintas budaya. Dari Tabanan, Bali, keduanya membaca Toba melalui proses artistik, kemudian mempertemukan karya tersebut dengan karya perupa muda lainnya di Sumatera Utara.

Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam” dikuratori oleh Ni Ketut Ayu Sri Wardani br. Girsang dan akan dibuka pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00–19.00 WIB di Huta Art Space, Kompleks Piltik Coffee, Jl. Sadar/Sipahutar No. 31, Lobusiregar 1, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Penulis: Bakti Wiyasa
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here