Hadiri Pemelaspasan Pura Lempuyang Madya, Wagub Giri Prasta Ajak Umat Perkuat Menyama Braya dan Lestarikan Tradisi Bali

0
1042
Foto: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengikuti prosesi mendem pedagingan dan persembahyangan pada rangkaian upacara Melaspas, Mendem Pedagingan, lan Pujawali Catur Rebah Mapadudusan Alit di Pura Lempuyang Madya, Karangasem, Sabtu (26/9/2026).

KARANGASEM, KEN-KENKHABARE – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak umat Hindu memperkuat persatuan dan semangat menyama braya, sekaligus menjaga adat istiadat, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

Pesan tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri rangkaian upacara Melaspas, Mendem Pedagingan, lan Pujawali Catur Rebah Mapadudusan Alit di Pura Lempuyang Madya, Karangasem, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta turut mengikuti prosesi mendem pedagingan bersama para pemedek. Prosesi tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian upacara penyucian bangunan suci.

Pelaksanaan upacara tersebut juga menjadi bagian dari penguatan nilai Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), sesama manusia (pawongan), dan alam lingkungan (palemahan).

Baca Juga:  SMSI dan ABPEDNAS Audiensi ke Kejati Bali, Bahas Penguatan Pengawasan dan Tata Kelola Desa

Usai mengikuti prosesi mendem pedagingan, Giri Prasta didampingi istrinya, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengikuti persembahyangan bersama yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kapat.

Dalam sambrama wacana-nya, Giri Prasta turut menguraikan sejarah dan nilai spiritual Pura Lempuyang. Ia merujuk pada lontar kuno Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul yang memuat kisah mengenai keberadaan Pura Lempuyang dan kaitannya dengan legenda pemindahan puncak Gunung Mahameru dari India ke Pulau Jawa oleh para dewa.

Dalam kisah tersebut, pecahan Gunung Mahameru kemudian membentuk sejumlah pegunungan di Jawa dan Bali, termasuk Gunung Lempuyang.

Giri Prasta juga menyampaikan kisah mengenai Batara Hyang Pasupati yang mengutus tiga putra-putrinya untuk berstana di sejumlah gunung di Bali guna menjaga keseimbangan spiritual pulau tersebut.

Batara Hyang Putra Jaya disebut berstana di Tohlangkir atau Gunung Agung dengan parahyangan di Pura Besakih. Sementara Batari Dewi Danuh berstana di Pura Ulun Danu Batur, sedangkan Batara Hyang Gni Jaya berstana di Gunung Lempuyang.

Pada kesempatan tersebut, Giri Prasta berharap seluruh rangkaian karya dapat berlangsung dengan lancar serta membawa kerahayuan bagi umat dan masyarakat Bali.

Baca Juga:  Bina Vokalia Bali Juara I di Tokyo, Gubernur Koster: Bukti Kemampuan Seni Generasi Muda Bali di Kancah Internasional

“Dumogi karya niki memargi antar, labda karya, sida sidaning don, nemu rahayu, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” doa Giri Prasta.

Lebih lanjut, ia mengajak umat menjadikan pelaksanaan upacara keagamaan sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat menyama braya.

Menurutnya, kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menjalankan swadarma, sekaligus menjaga keberlangsungan adat dan kehidupan sosial masyarakat Bali.

Giri Prasta juga mengingatkan pentingnya pelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali. Pelestarian tersebut, kata dia, tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara keagamaan, tetapi juga melalui penguatan nilai kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semangat menyama braya, gotong royong dan persatuan harus terus dijaga agar adat, tradisi dan kebudayaan Bali tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemprovbali

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here