Buka Pagelaran Budaya Desa Padangan, Bupati Sanjaya Dorong Penguatan Ekonomi Desa

0
1059
Foto: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Pagelaran Budaya Desa Padangan “Lokahita Samudaya Desa Padangan” Tahun 2026 di Lapangan Umum Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Minggu (20/9/2026).

TABANAN, KEN-KENKHABARE – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Pagelaran Budaya Desa Padangan “Lokahita Samudaya Desa Padangan” Tahun 2026 di Lapangan Umum Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Minggu (20/9/2026). Selain menjadi ruang pelestarian seni dan budaya, kegiatan tersebut didorong menjadi bagian dari pengembangan potensi dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Sanjaya mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Padangan yang mengemas kekayaan seni budaya lokal dalam sebuah pagelaran yang melibatkan masyarakat, pelaku UMKM dan sejumlah desa di Kecamatan Pupuan.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pagelaran seni dan budaya di Desa Padangan dengan mengangkat tema kearifan lokal,” ujar Sanjaya.

Didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda serta jajaran Pemkab Tabanan, Sanjaya menyaksikan rangkaian pembukaan yang diawali penyambutan Baleganjur Okokan Desa Sanda.

Pagelaran yang berlangsung selama dua hari, 20–21 September 2026, tersebut melibatkan lima banjar di Desa Padangan, yakni Banjar Padangan Kaja, Padangan Kangin, Padangan Kawan, Padangan Kelod dan Padangan Dauh Tukad. Kegiatan juga dimeriahkan penampilan seni budaya dari Desa Bantiran dan Pupuan.

Dalam pagelaran tersebut, masyarakat tidak hanya menampilkan seni budaya. Pelaku UMKM juga dilibatkan sehingga kegiatan menjadi ruang pertemuan antara pelestarian budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sanjaya menilai, keberadaan berbagai kegiatan atau event di desa dapat membuka ruang bagi terjadinya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sepanjang event dan pembangunan tidak terjadi, tidak akan ada transaksi ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga:  Hadiri Kegiatan MUI Badung, I Ketut Suiasa Disambut Hangat Umat

Karena itu, menurut Sanjaya, pengembangan kegiatan masyarakat di desa perlu terus didorong dengan tetap memperhatikan potensi dan karakter masing-masing wilayah.

Ia menyebut pagelaran tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya Desa Padangan dan wilayah sekitarnya kepada masyarakat lebih luas.

“Tahun 2026 ini, parade pagelaran ini mengangkat seni budaya lokal yang luar biasa, warisan leluhur yang adiluhung dalam membangun seni budaya di Kabupaten Tabanan. Luar biasa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan pelestarian seni dan budaya merupakan bagian dari pembangunan yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup pelestarian alam, kehidupan masyarakat dan kebudayaan.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki setiap desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Gubernur Bali, anggota DPR RI, unsur Forkopimcam, para Perbekel serta Bendesa Adat se-Kecamatan Pupuan.

Perbekel Padangan I Wayan Warditha mengatakan, Pagelaran Budaya Desa Padangan Tahun 2026 merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan Desa Padangan.

Baca Juga:  Koster Kunjungan Resmi ke Konjen Tiongkok, Bali-Tiongkok Punya Kedekatan Historis dan Kultural

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Warditha juga menyampaikan sejumlah dukungan pembangunan yang telah diterima Desa Padangan dari pemerintah daerah, termasuk perbaikan trotoar yang diperjuangkan melalui sinergi pemerintah dan masyarakat.

Pagelaran Budaya Desa Padangan diharapkan menjadi ruang untuk menjaga keberlanjutan seni dan budaya lokal sekaligus membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis potensi desa.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimTabanan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here