Ketua DPC Peradi SAI Ungkap Jurus 2T dan 2M Saat Pengukuhan ASLINMAS dan ABPEDNAS

0
1049
Foto: Ketua DPC PERADI SAI Denpasar Ariel Suardana saat ditemui awak media di sela Apel Akbar Pengukuhan ASLINMAS dan ABPEDNAS se-Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, (19/9/2026).

DENPASAR, PR – Ketua DPC PERADI SAI ikut menghadiri Apel Akbar Pengukuhan ASLINMAS dan ABPEDNAS se-Bali Sabtu (19/9/2026) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

Ketua DPC PERADI SAI Denpasar I Made Ariel Suardana (IMAS) yang baru dilantik pada 22 Agustus 2026 itu mengaku memiliki cukup banyak tanggung jawab, baik dalam organisasi profesi, pemerintahan desa maupun kehidupan adat. Untuk mengelolanya, Ariel menggunakan prinsip 2T dan 2M, yakni Trik (Siasat) dan Trekking (Perjalanan), serta Memilah dan Memilih.

“Kalau ada dua kegiatan yang berbenturan pada jam yang sama, saya menggunakan jurus 2M, yaitu memilah dan memilih,” ujar Ariel saat ditemui awak media di sela kegiatan tersebut.

Menurutnya, memilah berarti mempertimbangkan agenda mana yang wajib dihadiri secara langsung dan kegiatan mana yang dapat diwakilkan. Sedangkan memilih berarti menentukan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat lebih besar bagi orang lain.

Ariel mengatakan, sebagai Ketua DPC PERADI SAI Denpasar, dirinya memiliki sejumlah program kerja yang harus diwujudkan secara konkret.

“Punya banyak program kerja yang harus diwujudkan secara konkret dan bukan hanya sekadar wacana. Ini menjadi tantangan tersendiri saya,” katanya.

Di tengah tanggung jawab tersebut, kehidupan sosial juga tidak dapat dilepaskan. Ariel dipercaya masyarakat untuk memimpin Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidakarya.

Kepercayaan tersebut diperolehnya melalui pemilihan langsung. Setelah terpilih sebagai anggota BPD, Ariel kemudian mengikuti pemilihan tahap kedua untuk memperebutkan posisi sebagai ketua.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Jajaki Kerjasama dengan Komunitas Sungai Watch, Dukung Penanganan Sampah Dari Hulu ke Hilir

“Ketika menjadi ketua, butuh waktu dan manajemen dalam pengelolaan organisasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, di lingkungan adat Ariel juga dipercaya sebagai Kertha Desa dan Kelian di tingkat dadia atau merajan.

Berbagai posisi tersebut, menurut Ariel, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kemampuan membagi waktu dan peran.

Dengan banyaknya tanggung jawab tersebut, Ariel mengaku hampir tidak memiliki waktu santai tanpa kegiatan.

Bahkan pada hari Minggu sekalipun, agenda sosial dan adat tetap berjalan, mulai dari melayat hingga menghadiri upacara keagamaan.

“Jadi saya hampir tidak punya waktu santai tanpa kegiatan sama sekali. Meskipun hari Minggu, misalnya harus melayat, menghadiri upacara agama dan sebagainya,” katanya.

Karena itu, prinsip 2T dan 2M menjadi cara Ariel menjaga keseimbangan dalam menjalankan berbagai amanah dari kehidupan sosial di masyarakat.

Baginya, setiap kesempatan yang datang bukan semata-mata kesibukan, melainkan kepercayaan yang harus dijalani dengan penuh rasa syukur.

Baca Juga:  Peringati Harhubnas 2023, Pemkot Denpasar Serahkan Alat Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Serangan

“Saya akan terus berjalan dan selalu berpikir bahwa tidak semua orang diberikan kesempatan seperti saya. Karena itu adalah anugerah dan rahasia Tuhan yang tetap kita yakini dan syukuri,” tuturnya.

Ariel menilai, selama setiap amanah dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi orang lain, berbagai kesibukan tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan hidup yang patut dijalani.

Foto: Ketua DPC PERADI SAI Denpasar Ariel Suardana (IMAS).
Pewarta: I Nyoman Arta Wirawan
Editor: Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here