Gubernur Koster Dukung Bali Bidding Tuan Rumah WCD 2031, Bidik Dampak Pariwisata dan Jejaring Kesehatan Internasional

0
1020
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menerima jajaran PERDOSKI di Jayasabha, Denpasar, Selasa (15/9/2026), sekaligus menyatakan dukungan terhadap pencalonan Bali sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology (WCD) 2031.ist.

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan Bali sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology (WCD) 2031. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima jajaran Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Jayasabha, Denpasar, Selasa (15/9/2026).

Indonesia tengah mempersiapkan proses bidding untuk menjadi tuan rumah kongres dermatologi internasional tersebut dengan mengajukan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan. Proses bidding dijadwalkan berlangsung pada 2027 di Meksiko dengan enam negara bersaing menjadi tuan rumah.

Ketua Umum PERDOSKI Periode 2024–2027, dr. Hanny Nilasari, mengatakan WCD merupakan salah satu kongres internasional bergengsi di bidang dermatologi yang mempertemukan dokter spesialis, ahli, dan akademisi dari berbagai negara.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan, perkembangan keilmuan, pengalaman klinis, sekaligus penguatan jejaring internasional di bidang dermatologi, venereologi, dan estetika.

Hanny menyebutkan, apabila Bali terpilih sebagai tuan rumah, WCD 2031 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 12.000 peserta internasional, di luar pendamping peserta.

Jumlah tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Bali, terutama melalui sektor pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions).

“Kami mohon dukungan Pak Gubernur agar Bali, Indonesia, bisa menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Ada enam negara yang mengajukan diri. Perkiraannya lebih dari 12 ribu peserta, belum lagi pendampingnya,” ujar Hanny.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Bali mendukung proses pencalonan tersebut, termasuk memberikan rekomendasi dan membantu kebutuhan yang diperlukan PERDOSKI.

“Tentu saya dukung. Saya berikan rekomendasi untuk itu. Apa-apa yang diperlukan untuk World Congress of Dermatology, sampaikan,” kata Koster.

BACA JUGA:

>AAI ON Denpasar Tekankan Integritas Advokat dan Pentingnya Terus Belajar

Koster optimistis Bali memiliki peluang untuk memenangkan persaingan menjadi tuan rumah WCD 2031. Optimisme tersebut didasarkan pada pengalaman Bali menyelenggarakan berbagai agenda internasional berskala besar.

Di antaranya KTT G20 dan World Water Forum ke-10 yang berlangsung di Bali pada 2024.

Menurut Koster, pengalaman tersebut menunjukkan kemampuan Bali dalam menyediakan fasilitas, infrastruktur dan layanan yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional.

Koster juga mencontohkan proses pemilihan tuan rumah World Water Forum ke-10. Dari 36 negara yang memiliki hak suara, menurutnya hanya enam negara yang tidak memberikan suara kepada Bali.

Dukungan mayoritas tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan Bali menjadi tuan rumah kegiatan berskala global.

Baca Juga:  Jaya Negara Teken Kerja Sama Pembangunan PSEL Denpasar Raya, Dorong Solusi Jangka Panjang Persoalan Sampah

Pengalaman menjadi tuan rumah KTT G20 juga menjadi modal penting karena Bali telah membuktikan kemampuannya menerima para pemimpin negara, delegasi, serta peserta dari berbagai negara.

Selain pengalaman penyelenggaraan event global, Koster menilai daya tarik Bali sebagai destinasi pariwisata internasional menjadi salah satu keunggulan dalam proses pencalonan WCD 2031.

Ketersediaan infrastruktur pariwisata serta kekayaan alam dan budaya Bali dinilai menjadi nilai tambah dalam persaingan dengan kandidat tuan rumah lainnya.

“Daya tarik Bali luar biasa untuk event internasional,” ujar Koster.

Jika terpilih, penyelenggaraan WCD 2031 tidak hanya berpotensi memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan ekonomi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan jejaring internasional di bidang kesehatan.

BACA JUGA:

>KADIN Bali Hadiri Rapat Komisi II DPRD Bali Bahas Kebijakan Upah 2027

Kehadiran ribuan dokter spesialis, ahli, dan akademisi dari berbagai negara diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan tenaga medis Indonesia.

Kongres tersebut sekaligus berpotensi memperkuat posisi Bali sebagai destinasi kegiatan ilmiah, medis dan MICE bertaraf internasional.

Dengan pengalaman menyelenggarakan berbagai agenda global dan dukungan Pemerintah Provinsi Bali, pencalonan WCD 2031 kini menjadi salah satu peluang untuk mempertemukan pariwisata, ekonomi, kegiatan ilmiah dan penguatan jejaring kesehatan internasional dalam satu agenda berskala dunia.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: HumasPemprov
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here