Wawali Arya Wibawa Raih Special Recognition Award, Dinilai Dorong Pengembangan Sport Tourism Bali

0
1047
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026 dalam Bali Tourism Award ke-11 di The Meru, Sanur, Senin (14/9/2026) petang.

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026 dalam ajang Bali Tourism Award ke-11 Tahun 2026 di The Meru, Sanur, Senin (14/9/2026) petang.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kepemimpinan dalam mendorong pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga, sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kota Denpasar untuk terus mengembangkan kegiatan olahraga yang memiliki dampak terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Arya Wibawa mengatakan penghargaan tersebut bukan semata-mata apresiasi pribadi, melainkan merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja bersama pemerintah daerah, masyarakat, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung pengembangan sport tourism di Denpasar.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi saya pribadi, namun yang lebih penting adalah ini merupakan apresiasi terhadap kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar, masyarakat, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan sport tourism di Kota Denpasar,” ujarnya.

Baca Juga:  Wali Kota dan Wawali Denpasar Hadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Banjar Dukuh Pesirahan

Arya Wibawa menilai Denpasar memiliki potensi besar untuk mengembangkan sport tourism. Berbagai kegiatan olahraga dinilai tidak hanya mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, tetapi juga berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Karena itu, Pemkot Denpasar akan terus mendorong penyelenggaraan event olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memiliki daya tarik wisata.

“Ke depan, tentu kami akan terus berupaya menghadirkan dan mengembangkan event-event olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata,” jelasnya.

Menurut Arya, pengembangan sport tourism diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi promosi destinasi wisata, UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Namun, pengembangan tersebut harus tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.

“Kami tidak ingin sport tourism hanya menjadi sebuah event sesaat. Harapannya, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Tinjau Donor Darah HUT ke-29 Perumda Tirta Sewakadarma

Ia menambahkan, pengembangan pariwisata juga harus tetap memperhatikan karakter, budaya, lingkungan serta kenyamanan masyarakat Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, yang mewakili Gubernur Bali, mengatakan pariwisata Bali tidak semata-mata berkaitan dengan aspek ekonomi.

Menurutnya, pariwisata telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia menyebutkan, berdasarkan data hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali mencapai sekitar 4,6 juta kunjungan. Angka tersebut, menurutnya, masih stabil dan mengalami pertumbuhan dibandingkan periode 2025.

“Tugas kita bersama bagaimana mampu menghadirkan pariwisata yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat, dimana kualitas pelayanan menjadi faktor-faktor penentu,” ungkapnya.

Sumarajaya menjelaskan, kualitas pelayanan atau hospitality tidak hanya ditentukan oleh keberadaan hotel yang bagus. Lebih dari itu, wisatawan harus merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman yang baik selama berada di Bali.

BACA JUGA:

>AAI ON Denpasar Tekankan Integritas Advokat dan Pentingnya Terus Belajar

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Bali Tourism Award karena penghargaan tersebut tidak hanya melihat aspek komersial, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kualitas pelayanan dan keberlanjutan pariwisata.

“Dalam menghadapi tantangan kepariwisataan ke depan kita harus berkolaborasi bersama agar pariwisata Bali terus maju dan berkelanjutan. Mari kita bangun bersama pariwisata Bali yang berkualitas internasional tanpa meninggalkan adat budaya dan tradisi masyarakat lokal,” ujarnya.

Presiden Indonesia Travel Tourism Awards (ITTA), Panca Sarungu, mengatakan Bali Tourism Award ke-11 Tahun 2026 merupakan ajang apresiasi bagi berbagai pihak yang berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata Bali.

Baca Juga:  Gubernur Koster Dukung Gerakan Serentak Penanaman Bawang Putih untuk Perkuat Swasembada Pangan

Penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh dan kalangan dari berbagai sektor, antara lain jasa perjalanan wisata, hotel, resort, maskapai penerbangan, theme park, hingga unsur pemerintahan dan desa adat.

Menurut Panca, penghargaan tersebut diarahkan untuk mendorong kemajuan pariwisata Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia.

“Kita memberi penghargaan di sejumlah kategori. Di tahun ini kita juga memberikan penghargaan kepada unsur desa adat yang berkontribusi terhadap pariwisata dan kepada unsur pemerintahan dimana peran pemerintah yang penting terhadap kemajuan pariwisata di Bali,” ujarnya.

Selain Sumarajaya dan Panca Sarungu, acara tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar, perwakilan Binus Business School Dr. Dewi Tamara, serta sejumlah perwakilan asosiasi pariwisata dan undangan terkait lainnya.

Dengan penghargaan tersebut, pengembangan sport tourism di Denpasar diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan event olahraga, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang mampu memperkuat promosi destinasi, menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here