KADIN Bali: BRICS Harus Jadi Peluang Nyata bagi Pariwisata Bali

0
71
Foto: Ketua Kadin Bali I Made Ariandi saat Rapat Kordinasi Nasional Gabungan 2026, (12/9/2026).

DENPASAR, BALI, KEN-KENKHABARE —Keanggotaan Indonesia dalam BRICS dinilai membuka peluang strategis bagi Bali untuk memperluas konektivitas ekonomi dengan negara-negara Global South, khususnya melalui sektor pariwisata, perdagangan jasa, investasi, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bali I Made Ariandi menilai gagasan Ketua KADIN Indonesia sekaligus Ketua BRICS Business Council Indonesia, Anindya Bakrie, mengenai penguatan mobilitas bisnis, konektivitas pembayaran lintas negara, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan UMKM, sangat relevan diterjemahkan ke dalam konteks ekonomi Bali.

Menurut Ariandi, BRICS jangan hanya dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Bali. Lebih dari itu, Bali harus mampu menjadi bagian dari jaringan bisnis dan investasi negara-negara BRICS.

“Bali jangan hanya menjadi pasar atau destinasi bagi wisatawan dari negara-negara BRICS. Kita harus mampu menjadikan Bali sebagai gateway bisnis, investasi, perdagangan jasa, dan ekonomi kreatif Indonesia menuju negara-negara Global South,” ujar I Made Ariandi.

Ia mengatakan, karakter ekonomi Bali yang sangat kuat pada sektor pariwisata budaya menjadikan konektivitas dengan negara-negara BRICS memiliki potensi besar. Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui business matching, investment forum, MICE, perdagangan jasa, ekonomi kreatif, hingga kolaborasi UMKM.

Ariandi juga menilai gagasan BRICS Business Travel Card yang disampaikan Anindya Bakrie dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan mobilitas pelaku usaha.

Kemudahan mobilitas tersebut, kata dia, tidak hanya bermanfaat bagi pengusaha besar, tetapi juga membuka ruang bagi profesional, pelaku UMKM, investor, serta pelaku industri pariwisata untuk membangun jejaring bisnis lintas negara.

“Kalau mobilitas bisnis semakin mudah, Bali memiliki posisi yang sangat strategis. Kita memiliki infrastruktur pariwisata, MICE, konektivitas internasional, serta ekosistem ekonomi kreatif yang dapat menjadi modal untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra bisnis dari negara-negara BRICS,” katanya.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2024

Ariandi menegaskan, peluang BRICS juga harus memberikan manfaat nyata bagi UMKM Bali. Jangan sampai keterbukaan pasar hanya dinikmati perusahaan besar, sementara pelaku usaha kecil hanya menjadi penonton.

Menurutnya, UMKM Bali memiliki berbagai produk potensial, mulai dari kerajinan, fesyen, kuliner, produk kreatif, hingga berbagai produk berbasis budaya lokal.

Karena itu, diperlukan program konkret seperti business matching, kurasi produk, digitalisasi UMKM, peningkatan standar produk, pembiayaan, serta akses pasar ke negara-negara BRICS.

“UMKM harus mendapatkan tiket untuk masuk ke pasar Global South. Kita tidak cukup hanya berbicara tentang ekspor, tetapi harus menyiapkan pelaku usahanya, produknya, standar kualitasnya, pembiayaannya, dan kanal pemasarannya,” ujar Ariandi.

Dari Pariwisata Kuantitas Menuju Kualitas

Dalam konteks pariwisata, KADIN Bali juga mendorong agar peluang BRICS diarahkan pada pengembangan quality tourism.

Menurut Ariandi, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan memang penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kunjungan tersebut menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian lokal.

Investasi, perdagangan jasa, penggunaan produk lokal, keterlibatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi bagian dari strategi tersebut.

“Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak wisatawan yang datang. Kita harus melihat berapa besar nilai ekonomi yang tercipta, berapa banyak UMKM yang masuk rantai pasok, berapa banyak lapangan kerja yang terbuka, dan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat Bali,” jelasnya.

Baca Juga:  Makna Logo dan Sejarah Peringatan Hari Pers Nasional 2025

Ariandi menegaskan, KADIN Bali siap mengambil peran sebagai business connector yang mempertemukan dunia usaha Bali dengan jaringan bisnis nasional maupun internasional.

Menurutnya, gagasan yang disampaikan Anindya Bakrie di forum bisnis BRICS harus diterjemahkan ke dalam agenda bisnis yang konkret.

Ia menambahkan, semangat Bandung Spirit yang kembali diangkat dalam forum BRICS juga memiliki relevansi bagi Indonesia dan Bali dalam membangun kerja sama ekonomi yang lebih setara antarnegara Global South.

Bali, menurut Ariandi, memiliki peluang untuk memainkan peran lebih besar sebagai salah satu pintu masuk konektivitas ekonomi Indonesia dengan negara-negara Global South.

“BRICS harus kita lihat sebagai peluang untuk membangun konektivitas ekonomi baru. Bali memiliki modal yang kuat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana peluang tersebut kita ubah menjadi kerja sama bisnis yang nyata, investasi yang berkualitas, pasar baru bagi UMKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here