Pesan Tegas Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Mau Didikte, Fondasi Nasional Telah Diperkuat

0
1041
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri rangkaian KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya ketahanan dan kemandirian nasional. ( Dok. Setpres.)

NEW DELHI, KEN-KENKHABARE – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketahanan dan kemandirian nasional di tengah perubahan tata dunia. Indonesia, kata Prabowo, harus memiliki fondasi domestik yang kuat agar mampu menentukan arah kebijakannya sendiri tanpa bergantung atau didikte kekuatan tertentu.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam rangkaian KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS, Prabowo menekankan bahwa kekuatan sebuah negara pada dasarnya berawal dari kemampuan memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri.

Sebelum menyampaikan pandangannya, Prabowo memberikan apresiasi kepada Perdana Menteri India Narendra Modi selaku tuan rumah sekaligus Ketua BRICS 2026.

“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Prabowo.

Baca Juga:  Bapenda dan DPMPTSP Kota Denpasar Raih Penghargaan Zone Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada negara-negara pendiri BRICS yang telah menerima Indonesia sebagai anggota.

Menurutnya, keanggotaan Indonesia merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk memperluas dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara yang memiliki posisi penting dalam tata ekonomi dan politik global.

“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” kata Prabowo.

Namun, bagi Prabowo, keanggotaan BRICS tidak boleh dimaknai sekadar sebagai penguatan kerja sama eksternal. Kekuatan kolektif negara-negara BRICS harus ditopang oleh ketahanan masing-masing negara.

Prabowo menempatkan pangan, energi, pendidikan dan kesejahteraan rakyat sebagai fondasi utama ketahanan nasional.

Ia menilai kemampuan negara memenuhi kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun bangsa yang tangguh dan mandiri.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tuturnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Ajak Negara ASEAN Jangan Cederai Nilai-Nilai Kemanusiaan Sesuai Mandat "5 Point Kesepakatan"

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan tidak hanya dipandang sebagai agenda pembangunan dalam negeri, tetapi juga sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan internasional.

Prabowo kemudian menyampaikan pesan yang lebih tegas mengenai prinsip kemandirian Indonesia dalam menentukan kebijakan.

Menurutnya, negara dengan fondasi nasional yang kuat akan memiliki ruang strategis yang lebih besar untuk mengambil keputusan secara mandiri.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujar Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan pendekatan Indonesia terhadap BRICS. Kerja sama multilateral, menurut pesan yang disampaikan Prabowo, harus memperluas pilihan dan kapasitas negara anggota, bukan menciptakan bentuk ketergantungan baru.

Dengan fondasi domestik yang kuat, kerja sama antarnegara dapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan bersama sekaligus mempertahankan ruang strategis masing-masing negara.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian Prabowo adalah energi.

Ia menilai konektivitas sistem energi antarwilayah dapat menjadi contoh konkret bagaimana kerja sama antarnegara diterjemahkan menjadi ketahanan bersama.

Baca Juga:  Tempuh Upaya Niskala Dukung Optimalisasi Penanganan Kebakaran TPA Suwung, Pemkot Denpasar Ngaturang Caru Pemlehpeh Jempong Asu.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” kata Prabowo. Pesan Prabowo di forum BRICS tersebut menempatkan kemandirian nasional sebagai dasar keterlibatan Indonesia dalam kerja sama multilateral. Indonesia ingin memperkuat hubungan dengan negara-negara lain, tetapi tetap dengan fondasi kemampuan nasional yang kuat dan ruang pengambilan keputusan yang mandiri.

Penulis/Editor : I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: BPMISetpres
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here