
BADUNG, KEN-KENKHABARE – Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali yang juga Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, membuka Kejuaraan Pencak Silat PSPS Bhakti Negara Cup I Tahun 2026 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kuta Utara, Jumat (4/9/2026).
Mengusung tema “Berjiwa Pendekar Sejati”, kejuaraan tingkat regional tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi ajang evaluasi pola pembinaan dan penjaringan atlet potensial sebagai persiapan menghadapi Porprov Bali dan PON NTB-NTT.
Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Adi Arnawa, didampingi Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan Wakil Bupati Badung yang juga Ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat PSPS Bhakti Negara, Bagus Alit Sucipta.
Turut hadir anggota DPD RI I Komang Merta Jiwa, jajaran anggota DPRD Badung, perwakilan KONI Badung, Pengprov IPSI Bali, Camat Kuta Utara, serta Lurah Kerobokan.
Kejuaraan yang berlangsung selama lima hari, 4–8 September 2026, diikuti 364 pesilat muda dari kontingen DPC PSPS Bhakti Negara seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Para pesilat bertanding pada kategori Remaja dan Dewasa untuk memperebutkan 41 medali emas, 41 perak dan 82 perunggu.
Bupati Adi Arnawa mengapresiasi DPC PSPS Bhakti Negara Kabupaten Badung yang telah menyelenggarakan kejuaraan tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, kejuaraan ini memiliki fungsi strategis dalam proses pembinaan atlet. Kompetisi tidak semata-mata menjadi arena untuk mencari juara, tetapi juga menjadi sarana mengevaluasi kualitas latihan yang diterapkan di masing-masing DPC.
“Kejuaraan ini merupakan langkah taktis dalam ruang lingkup keolahragaan. Kita tidak hanya mencari pemenang, tetapi menjadikannya sebagai sarana evaluasi kualitatif terhadap pola latihan yang selama ini diterapkan di masing-masing DPC,” ujar Adi Arnawa.
Adi Arnawa juga mengingatkan seluruh pesilat agar menjunjung tinggi sportivitas dan integritas selama pertandingan. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi dan penghormatan kepada lawan merupakan bagian penting dari kemenangan dalam olahraga.
Lebih jauh, Bhakti Negara Cup I 2026 diarahkan sebagai media pra-conditioning atau pemanasan kompetitif bagi para atlet sebelum menghadapi ajang yang lebih besar.
“Sportifitas berada pada tingkatan tertinggi dalam tata kelola event olahraga. Kejuaraan ini diproyeksikan sebagai media pra-conditioning atau pemanasan bagi atlet, sekaligus untuk membentuk tim bayangan guna menghadapi kejuaraan bereputasi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali di Buleleng maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT,” tegasnya.
Dengan demikian, performa atlet selama kejuaraan akan menjadi salah satu bagian penting dalam melihat perkembangan kemampuan pesilat sekaligus memetakan potensi atlet yang dapat dipersiapkan menuju kompetisi tingkat yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua DPC PSPS Bhakti Negara Kabupaten Badung Ketut Artana mengatakan, kejuaraan dirancang secara terstruktur untuk menjaring potensi terbaik, baik pada kategori tanding maupun seni (jurus).
Melalui kompetisi tersebut, pihaknya berharap lahir generasi pesilat Bali yang tangguh dan berkarakter serta mampu berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung internasional.
Bhakti Negara Cup I 2026 sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pembinaan pencak silat secara sistematis dan berkelanjutan, dengan menjadikan kompetisi sebagai bagian dari proses evaluasi dan regenerasi atlet di Bali.
Editor: I Nyoman Arta W


