Bersepeda Bersama Komunitas, Bupati Sanjaya Tinjau Penataan Kawasan Kota Singasana

0
1049
Foto: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya didampingi Sekda dan jajaran perangkat daerah meninjau progres pembangunan Taman Tugu Singasana saat bersepeda bersama komunitas di kawasan perkotaan Tabanan, Jumat (4/9/2026)

TABANAN, KEN-KEN – Bersepeda bersama komunitas dimanfaatkan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. untuk melihat langsung kondisi sejumlah kawasan sekaligus memantau perkembangan pembangunan di wilayah perkotaan Tabanan, Jumat (4/9/2026).

Berangkat dari Kantor Bupati Tabanan, Sanjaya bersama komunitas menyusuri sejumlah titik, mulai dari Jalan Gajah Mada, kawasan Taman Bung Karno, Lapangan Alit Saputra, hingga Taman Perjuangan Singasana sebelum kembali ke Kantor Bupati Tabanan.

Didampingi Sekretaris Daerah, para Asisten dan pimpinan perangkat daerah terkait, Bupati Sanjaya secara khusus meninjau progres pembangunan Taman Tugu Singasana yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Tabanan seluas kurang lebih 10 are.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemkab Tabanan terhadap pembangunan ruang publik yang tidak hanya memiliki fungsi sosial, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan filosofi bagi daerah.

Bupati Sanjaya menjelaskan, pembangunan Tugu Singasana tidak dirancang sekadar sebagai bangunan fisik. Kawasan tersebut nantinya menjadi ruang yang merepresentasikan perjalanan Kabupaten Tabanan dari masa lalu, masa kini hingga masa depan.

Tugu Singasana akan dilengkapi tiga ruang yang masing-masing mengangkat narasi perjalanan Tabanan melalui relief.

Baca Juga:  Metatah Massal Desa Dangin Puri Kaja Diikuti 42 Peserta, Wawali Arya Wibawa Apresiasi Semangat Gotong Royong

“Kita bangun Singasana ini untuk masyarakat Tabanan, dimana di dalam Tugu Singasana ini ada tiga ruang. Di ruang yang pertama ini nanti akan ada relief yang menceritakan bagaimana sejarah Tabanan masa lalu, relief yang menceritakan bagaimana Tabanan masa kini dan relief yang terakhir menceritakan bagaimana visi misi Tabanan 100 tahun ke depan,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, konsep tersebut diharapkan membuat ruang publik memiliki nilai edukasi dan menjadi media untuk mengenalkan perjalanan pembangunan Tabanan kepada generasi mendatang.

Sanjaya menambahkan, pembangunan Tugu Singasana juga mengandung filosofi Aman, Unggul dan Madani yang diwujudkan melalui tiga tingkatan bangunan.

Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 10 meter sehingga keseluruhan mencapai 30 meter. Ditambah satu meter pada bagian atas yang dimaknai sebagai hubungan dengan alam semesta, konsep tersebut menghasilkan angka 31.

Angka 31 kemudian dimaknai melalui 3+1 menjadi angka 4 sebagai simbol Singasana atau kursi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Selain filosofi pembangunan, lokasi Taman Tugu Singasana juga memiliki nilai sejarah. Kawasan tersebut berkaitan dengan keberadaan tangsi yang pernah menjadi gudang senjata Belanda pada masa perjuangan dan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia.

Karena itu, pembangunan kawasan tersebut sekaligus diarahkan untuk mengingat kembali sejarah perjuangan masyarakat Bali.

“Di tempat yang sangat bersejarah ini kita bangun Tugu untuk bagaimana kita mengenang Tabanan masa lalu yang sangat heroik, Tabanan masa kini yang sangat subur dengan wilayah agraris dan bagaimana anak-anak kita menuju ke depan, menuju kemajuan untuk membangun daerah kita ini,” imbuh Sanjaya.

Baca Juga:  Sekda Badung Pimpin Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan APBD 2026

Saat ini, progres pembangunan Taman Tugu Singasana telah mencapai sekitar 30 persen. Bupati Sanjaya mengatakan pemantauan akan dilakukan secara berkala terhadap sejumlah proyek penataan kawasan perkotaan Tabanan.

Selain Tugu Singasana, pembangunan yang menjadi perhatian meliputi Patung Catur Muka, penataan Lapangan Alit Saputra, Taman Bunda PAUD, serta penataan Taman Perjuangan Singasana.

Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan secara rinci dan memastikan penataan kawasan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Keberadaan berbagai ruang publik tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media untuk mengenang sejarah Tabanan, menggambarkan kondisi daerah saat ini, serta menyampaikan visi pembangunan bagi generasi Tabanan di masa mendatang.

Sementara itu, pembuat relief Taman Perjuangan Singasana, Wayan Endra, menjelaskan bahwa relief yang tengah dikerjakan mengangkat narasi perjuangan rakyat Bali melawan Belanda.

Baca Juga:  Rapat Kerja Pansus VII DPRD Kota Denpasar, Sekda Eddy Mulya Tegaskan Pemkot Terus Perkuat Fondasi Tata Kelola Pelayanan Publik

Konsep relief dimulai dari kawasan pesisir hingga menuju Margarana, yang menjadi bagian dari narasi sejarah perjuangan yang diangkat dalam Taman Tugu Singasana.

Pengerjaan relief tersebut ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

Sementara itu, pihak CV Ari Mustika, yang mengerjakan penataan Taman Bunda PAUD di Lapangan Alit Saputra, menyampaikan progres pembangunan telah mencapai sekitar 11 persen dan ditargetkan selesai sekitar Desember mendatang.

Editor: I Nyoman Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here