Gubernur Koster Dorong FEB Unud Perkuat Ekonomi Kerthi Bali

0
1058
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menerima potongan tumpeng dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam puncak Dies Natalis ke-59 FEB Unud di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).

Dies Natalis ke-59, FEB Unud Diharapkan Makin Kuat dan Berkontribusi bagi Bali

DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan posisi strategis Universitas Udayana sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Bali.

Menurut Koster, hubungan antara Pemerintah Provinsi Bali dan Universitas Udayana selama ini berjalan baik, termasuk melalui keterlibatan para pakar dari Unud dalam berbagai kegiatan di lingkungan Pemprov Bali.

“Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari UNUD dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerjasama antara Pemprov dengan UNUD,” ujar Koster.

Koster menilai Universitas Udayana merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bali sekaligus menjadi rujukan pendidikan tinggi bagi kawasan Indonesia Timur.

Ia juga mengaitkan nama Udayana dengan sejarah Bali. Menurutnya, nama tersebut mengingatkan pada Raja Udayana yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Bali dan membawa Bali pada masa keemasan.

Saat dipercaya memimpin Bali, Koster mengaku banyak mempelajari konsep pembangunan yang diterapkan para raja terdahulu. Pemikiran tersebut kemudian menjadi salah satu inspirasi dalam menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Menurut Koster, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari alam, manusia hingga kebudayaan. Seluruh unsur tersebut harus dapat hidup, tumbuh dan saling berkaitan sehingga keberlanjutan Bali tetap terjaga.

Salah satu konsep pembangunan yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan FEB Unud adalah Ekonomi Kerthi Bali.

Koster menyebut konsep tersebut telah dituangkan dalam sebuah buku dan berharap dapat menjadi bagian dari pembelajaran di lingkungan FEB Unud.

BACA JUGA:

| Bupati Adi Arnawa Serahkan Bantuan Rp1,4 Miliar untuk Karya Agung Pitra Yadnya Desa Adat Jimbaran

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menurutnya, penguatan pemahaman mengenai ekonomi yang berbasis karakter dan potensi lokal penting agar pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi tetap memiliki keterkaitan dengan kebutuhan daerah.

Sementara itu, Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian fakultas.

FEB Unud saat ini telah menjadi salah satu fakultas ekonomi terkemuka di kawasan Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang telah terserap di berbagai sektor.

Dari sisi akreditasi, 10 dari 12 program studi di FEB Unud telah memperoleh akreditasi unggul.

Wiwin menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan dukungan berbagai komponen di lingkungan FEB Unud.

Dalam momentum Dies Natalis ke-59, ia mengajak seluruh keluarga besar FEB Unud memaknai tema “Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One” sebagai dorongan untuk menghasilkan dampak kolektif yang semakin nyata.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster berharap Universitas Udayana, khususnya FEB, terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Bali.

Ia juga berharap usia 59 tahun menjadi momentum bagi FEB Unud untuk semakin memperkuat kapasitas, meningkatkan kontribusi dan memperluas reputasi.

BACA JUGA:

| Bungan Desa ke-64, Bupati Sanjaya Gali Potensi Pertanian dan Pariwisata Lalanglinggah

“Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia,” pungkas Koster.

Perayaan Dies Natalis ke-59 FEB Unud kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari, dengan potongan pertama diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster.

Editor: I N Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here