Bupati Adi Arnawa Apresiasi Semangat Gotong Royong Ngaben Massal Desa Adat Jagapati

0
1052
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian upacara Ngaben Kinembulan, Ngaben Ngerit, dan Atma Wedana yang dilaksanakan secara gotong royong oleh krama Desa Adat Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Badung, Senin (31/8/2026).

Ngaben Ngerit Jadi Momentum Perkuat Nyama Braya dan Lestarikan Adat Bali

BADUNG, KEN-KEN KHABARE – Semangat gotong royong krama Desa Adat Jagapati, Kecamatan Abiansemal, dalam melaksanakan rangkaian upacara Ngaben Kinembulan, Ngaben Ngerit, dan Atma Wedana mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian upacara adat dan keagamaan yang dilaksanakan secara gotong royong oleh krama Desa Adat Jagapati, Senin (31/8/2026).

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Made Bawa, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Gede Budiyoga, Plt. Camat Abiansemal, Perbekel Jagapati, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Adi Arnawa mengatakan pelaksanaan karya Pitra Yadnya secara massal menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Bali masih tetap kuat.

Menurutnya, selain menjadi bentuk bakti kepada leluhur, pelaksanaan upacara tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan rasa nyama braya di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan karya seperti ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Bali masih tetap kuat. Selain sebagai bentuk bakti kepada leluhur, karya Pitra Yadnya ini juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujar Adi Arnawa.

Ia menegaskan, perkembangan ekonomi dan modernisasi harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen untuk terus mendukung kegiatan adat, agama, dan budaya masyarakat.

Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui APBDes maupun bantuan hibah daerah. Namun, ia mengingatkan agar setiap bentuk bantuan dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Buka Sabdha Kite Festival VI, Dorong Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata Pecatu

“Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kegiatan adat, agama, dan budaya masyarakat. Namun dalam penyaluran bantuan, kita tetap harus mengikuti mekanisme, tahapan, dan aturan yang berlaku agar semuanya berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Ketua Panitia menjelaskan, Ngaben Ngerit Massal merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

Pelaksanaan secara massal dinilai dapat menjadi salah satu bentuk efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perkembangan zaman.

Menariknya, berbagai sarana upakara dan uparengga dikerjakan secara mandiri oleh krama Desa Adat Jagapati melalui semangat gotong royong.

“Pengabenan Ngerit ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan digerakkan sepenuhnya oleh kesadaran serta semangat gotong royong krama. Seluruh sarana upakara dan uparengga dikerjakan secara mandiri oleh krama desa sebagai wujud kebersamaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Pitra Yadnya Krama Payangan Medi, Kec. Marga

Panitia juga menyampaikan sumber pembiayaan pelaksanaan karya secara terbuka.

Dana tersebut bersumber dari urunan krama sebesar Rp107,1 juta, punia donatur Rp130 juta, serta bantuan APBDes sebesar Rp310 juta.

Rangkaian upacara telah berlangsung selama sekitar tiga bulan. Prosesi Pengaskaran dijadwalkan berlangsung pada 2 September, sedangkan puncak Ngaben dilaksanakan pada 3 September 2026.

Panitia berharap pelaksanaan karya secara gotong royong tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Di tengah tantangan modernisasi, kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas, adat, dan budaya Bali yang menjadi jati diri kita,” pungkasnya.

Semangat gotong royong dalam pelaksanaan Ngaben Massal Desa Adat Jagapati sekaligus menunjukkan bahwa tradisi dan kehidupan sosial masyarakat tetap dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.

Editor: I N Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here