Pemkot Denpasar Sembahyang Pujawali XXI Pura Jagatkartta Gunung Salak

0
1067
Foto: Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama jajaran Pemkot Denpasar mengikuti persembahyangan serangkaian Karya Pujawali ke-XXI di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, bertepatan dengan Rahina Purnama Katiga, Kamis (27/8/2026).

Wawali Arya Wibawa: Pujawali Jadi Momentum Perkuat Tri Hita Karana dan Keharmonisan Umat Hindu

BOGOR, KEN-KEN KHABARE – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar mengikuti persembahyangan serangkaian Karya Pujawali ke-XXI di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

Persembahyangan dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama jajaran Pemkot Denpasar. Kegiatan tersebut juga berlangsung bertepatan dengan Rahina Purnama Katiga.

Turut hadir Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa, anggota WHDI Kota Denpasar, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Tidak hanya mengikuti persembahyangan, anggota WHDI Kota Denpasar juga turut ngayah Tari Rejang Renteng dalam rangkaian puncak karya pujawali.

Usai persembahyangan, Wawali Arya Wibawa mengatakan Pujawali ke-XXI menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Bekerjasama Dengan NGO, Rikolto Wujudkan Kota Cerdas Pangan

Tri Hita Karana mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan lingkungan.

Menurut Arya Wibawa, pelaksanaan upacara Dewa Yadnya menjadi sarana bagi umat untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

“Tentu pelaksanaan upacara Dewa Yadnya ini sebagai sarana menggali nilai spiritual seluruh umat untuk mengimplementasikan Tri Hita Karana,” ujar Arya Wibawa.

Ia berharap pelaksanaan pujawali dapat memancarkan energi positif sekaligus menjadi sarana menetralisir berbagai hal negatif dalam kehidupan.

Di tengah dinamika kehidupan yang terus berkembang, Arya Wibawa mengajak seluruh umat Hindu untuk terus menjaga keharmonisan, baik dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sesama manusia, maupun lingkungan.

Baca Juga:  Jaga Stabilitas Daerah, Wawali Arya Wibawa Rakor Bersama Forkopimda dan Stakeholder Denpasar

“Mengingat berbagai dinamika kehidupan saat ini penting bagi kita untuk menjaga keharmonisan bagi seluruh umat Hindu di manapun berada,” tegasnya.

Kehadiran jajaran Pemkot Denpasar dalam pujawali tersebut juga diwarnai partisipasi anggota WHDI Kota Denpasar.

Para anggota WHDI turut mengambil bagian dalam ngayah Tari Rejang Renteng pada rangkaian puncak karya.

Partisipasi tersebut menjadi bentuk ngayah sekaligus kontribusi dalam menjaga dan melestarikan seni budaya yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari pelaksanaan upacara keagamaan Hindu.

Ketua Panitia Karya I Putu Wardana menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemkot Denpasar dan seluruh rombongan yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Pujawali XXI.

Apresiasi secara khusus disampaikan atas keterlibatan anggota WHDI Kota Denpasar dalam ngayah Rejang Renteng pada puncak acara.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pemedek yang telah antusias berpartisipasi dalam acara ini, baik yang langsung terlibat maupun yang mengikuti prosesi pujawali,” ucap Wardana.

Ia berharap pelaksanaan Pujawali ke-XXI dapat memberikan dampak spiritual sekaligus memperkuat keharmonisan dan kerahayuan bagi seluruh umat.

“Kami berharap pelaksanaan pujawali ini dapat meningkatkan keharmonisan, serta kerahayuan bagi seluruh umat ke depannya,” tambahnya.

Pujawali di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak tersebut menjadi momentum memperkuat sradha dan bhakti umat Hindu sekaligus mempererat hubungan antarsesama umat dalam semangat kebersamaan dan ngayah.

Editor: I N Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here