
DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (15/8/2026). Evaluasi menunjukkan waktu tunggu bagasi penumpang kini jauh lebih singkat, sementara pelayanan keimigrasian telah dipercepat melalui penggunaan Auto Gate dan paspor elektronik.
Rakor tersebut dihadiri seluruh instansi penyelenggara pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di antaranya General Manager (GM) Angkasa Pura, Kepala Imigrasi, Kepala Otoritas Bandara, Kepala Bea Cukai, serta unsur terkait lainnya. Rakor ini merupakan tindak lanjut evaluasi yang sebelumnya dilaksanakan pada 23 Agustus dan 28 Desember 2025.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap pelayanan di Terminal Kedatangan Internasional, meliputi ground handling, keimigrasian, bagasi dan ban berjalan, bea cukai, sistem komunikasi, keamanan, kelistrikan, toilet, kebersihan, ruang tunggu, hingga keindahan fasilitas terminal.
Waktu Tunggu Bagasi Turun Signifikan
Sebelumnya, pada Rakor 23 Agustus 2025, Gubernur Koster menerima laporan langsung dari penumpang mengenai lamanya waktu tunggu bagasi yang mencapai lebih dari satu jam. Selain itu, antrean imigrasi dan proses pemeriksaan di Bea Cukai juga dinilai masih terlalu lama.
Atas kondisi tersebut, Koster meminta waktu tunggu bagasi diturunkan dari sekitar 1,5 jam menjadi 30–45 menit. Ia juga meminta perbaikan sistem antrean imigrasi dan percepatan pemeriksaan Bea Cukai.
Sejumlah fasilitas juga diminta diperbaiki, termasuk penggantian ban berjalan bagasi yang sudah tua, toilet, furnitur di ruang Bea Cukai, penyediaan kursi bagi penumpang yang menunggu bagasi, fasilitas komunikasi, kebersihan, serta kualitas penerangan.
Hasilnya, pada evaluasi 15 Agustus 2026, waktu tunggu bagasi untuk pesawat berukuran sedang dan kecil telah turun menjadi sekitar 13–30 menit. Sementara untuk pesawat besar dengan jumlah penumpang lebih banyak, waktu tunggu bagasi berada pada kisaran 18–40 menit.

Pelayanan imigrasi juga mengalami peningkatan. Antrean telah dipercepat dengan penerapan Auto Gate dan penggunaan paspor elektronik, meskipun masih terdapat sejumlah negara yang menggunakan paspor biasa, seperti India.
Selain itu, kondisi fasilitas bandara dilaporkan semakin baik. Kebersihan telah ditingkatkan, sementara penggantian toilet yang sudah tua, pengadaan furnitur, penambahan petugas pelayanan, serta sejumlah perbaikan lainnya telah diprogramkan.
Koster Apresiasi Perbaikan Pelayanan
Berdasarkan laporan seluruh instansi penyelenggara pelayanan, Gubernur Koster memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan sehingga terjadi peningkatan signifikan dalam pelayanan penumpang.
Koster meminta kualitas pelayanan yang sudah baik dipertahankan. Sementara berbagai kekurangan yang masih ditemukan harus segera diperbaiki.
Menurut Koster, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki posisi sangat strategis karena menjadi pintu terdepan bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik yang datang ke Bali.
Karena Bali merupakan salah satu destinasi wisata utama dunia sekaligus etalase Indonesia di mata internasional, pelayanan di Bandara Ngurah Rai harus memenuhi standar berkelas dunia.
Kualitas pelayanan bandara, kata Koster, turut menentukan citra Bali dan Indonesia di mata dunia.
Layani 7,05 Juta Wisatawan Mancanegara
Besarnya peran Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terlihat dari jumlah wisatawan yang dilayani. Sepanjang 2025, bandara tersebut mencatat kedatangan sebanyak 7,05 juta wisatawan mancanegara atau sekitar 45,8 persen dari total 15,39 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Selain itu, bandara juga melayani lebih dari 9 juta wisatawan domestik.
Koster menegaskan, keberadaan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan kualitas pelayanan yang diberikan memiliki pengaruh besar terhadap penyelenggaraan pariwisata Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Menurutnya, pariwisata Bali tidak hanya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan devisa pariwisata Indonesia.
Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Koster memastikan koordinasi peningkatan kualitas pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan terus dilakukan secara rutin.
Langkah tersebut diarahkan untuk mempertahankan capaian yang telah diperoleh sekaligus memastikan berbagai aspek pelayanan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan dan perkembangan pariwisata dunia.
Penulis/Editor: I Nyoman Arta W


