Dari Sampah Jadi Karya, KKN Universitas Warmadewa Ajak Anak Desa Pengejaran Berkreasi

0
31
Foto: Mahasiswa KKN Universitas Warmadewa 2026 bersama anak-anak Desa Pengejaran mengikuti kegiatan “Recycle Creative” dengan memanfaatkan barang bekas menjadi berbagai karya kreatif, sebagai edukasi kepedulian lingkungan.

PENGEJARAN, KEN-KENKHABARE – Sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Pesan tersebut ditanamkan mahasiswa KKN Universitas Warmadewa (Unwar) Tahun 2026 kepada anak-anak Desa Pengejaran melalui kegiatan “Recycle Creative”.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengubah botol plastik dan berbagai barang bekas menjadi mainan serta hiasan kreatif. Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan dan antusiasme, sekaligus menjadi ruang edukasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Melalui pendekatan bermain dan berkarya, anak-anak diperkenalkan pada konsep sederhana bahwa barang yang selama ini dianggap sebagai sampah masih dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dan dimanfaatkan secara kreatif.

Perbekel Desa Pengejaran, I Wayan Arta, mengapresiasi kegiatan yang melibatkan anak-anak tersebut.

Baca Juga:  FEB Unwar Terima Benchmarking FEB Universitas Dehasen Bengkulu, Perkuat Kolaborasi PkM Nasional

Menurutnya, kegiatan kreatif seperti Recycle Creative memberikan manfaat ganda karena tidak hanya mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN Universitas Warmadewa. Anak-anak tidak hanya belajar membuat karya dari barang bekas, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan mulai dari hal-hal sederhana,” ujarnya saat menerima mahasiswa KKN Unwar, (3/8/2026).

Menurutnya, edukasi lingkungan yang diberikan sejak dini akan membantu membentuk kebiasaan positif anak dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan memilah, menggunakan kembali dan memanfaatkan barang bekas secara kreatif dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat keluarga maupun masyarakat desa.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Universitas Warmadewa, Dr. I Wayan Werasmana Sancaya, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi yang sederhana namun memiliki dampak positif.

“KKN bukan hanya tentang kehadiran mahasiswa di desa, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata. Recycle Creative menggabungkan edukasi lingkungan, kreativitas, dan pemberdayaan anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan,” jelasnya.

Baca Juga:  30 Mahasiswa Magister Hukum Ikuti Yudisium Unwar, Lulusan Tercepat Fakultas Pascasarjana Unwar

Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat akan semakin bermakna ketika mahasiswa mampu melihat potensi dan kebutuhan masyarakat kemudian menerjemahkannya menjadi kegiatan yang mudah diterima oleh warga.

Dalam konteks tersebut, anak-anak menjadi salah satu kelompok penting yang perlu mendapatkan edukasi mengenai lingkungan karena kebiasaan menjaga lingkungan dapat dibangun sejak usia dini.

Melalui Recycle Creative, anak-anak Desa Pengejaran tidak hanya diajak membuat berbagai karya dari barang bekas.

Mereka juga belajar berimajinasi, bekerja sama, memanfaatkan benda di sekitarnya serta memahami bahwa sebuah barang tidak selalu langsung menjadi sampah setelah fungsi utamanya selesai.

Proses kreatif tersebut sekaligus memberikan pengalaman bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan seperti ini juga membuka ruang interaksi antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga menjadi fasilitator pembelajaran bagi anak-anak.

Kegiatan Recycle Creative menjadi salah satu bentuk nyata semangat KKN Unwar 2026 dalam mengabdi dan berkolaborasi bersama masyarakat Desa Pengejaran.

Pesan yang dibawa pun sederhana, tetapi memiliki makna penting bagi keberlanjutan lingkungan:

Baca Juga:  Gubernur Koster Ajak Civitas Akademika Unwar Batasi Plastik Sekali Pakai dan Kelola Sampah Berbasis Sumber

“Ubah sampah menjadi karya, ubah kepedulian menjadi aksi nyata.”

Melalui kreativitas anak-anak, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada karya yang dihasilkan hari itu. Lebih jauh, pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan baru untuk melihat sampah secara berbeda bukan sekadar benda yang harus dibuang, tetapi sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here