Bupati Sanjaya Lantik 61 Pejabat di Tabanan, Tekankan Jabatan sebagai Amanah dan Kinerja Nyata

0
27
Foto: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik dan mengambil sumpah/janji 61 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan di Tabanan Command Center, Kamis (13/8/2026).

TABANAN, KEN-KEN KHABARE – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Tabanan.

Sebanyak 61 pejabat dilantik oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam prosesi yang berlangsung secara hybrid di Tabanan Command Center (TCC), Kamis (13/8/2026).

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, 21 pejabat administrator, dan 37 pejabat pengawas.

Prosesi pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar, Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekda Tabanan, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para camat se-Kabupaten Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial maupun proses administratif dalam birokrasi.

Menurutnya, setiap penempatan pejabat memiliki kebutuhan organisasi yang harus dijawab melalui kinerja nyata dan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Baca Juga:  Sembagi Arutala Denpasar Diangkat di Webinar Nasional KORPRI, Jadi Model Perlindungan Pekerja Rentan

“Saya ingin menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun pengisian jabatan dalam birokrasi merupakan sesuatu yang biasa dan merupakan bagian dari kewenangan manajemen pemerintahan, sepanjang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi, kompetensi, serta prinsip-prinsip sistem merit yang berbasiskan talenta,” ujar Sanjaya.

Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik tidak memandang mutasi atau rotasi hanya sebagai perpindahan jabatan.

“Jangan pernah memaknai mutasi semata-mata sebagai perpindahan tempat atau perpindahan jabatan, apalagi sekadar urusan administratif belaka. Ingatlah bahwa di balik setiap penempatan terdapat kebutuhan organisasi. Di balik setiap jabatan terdapat tanggung jawab dan di balik setiap amanah terdapat harapan masyarakat Tabanan yang harus kita jawab dengan kinerja,” tegasnya.

Bupati Sanjaya menjelaskan, pelantikan 61 pejabat tersebut memiliki sejumlah latar belakang dalam rangka penataan organisasi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Tiga jabatan pimpinan tinggi pratama yang diisi merupakan hasil proses seleksi terbuka untuk posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan.

Proses seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan jabatan strategis diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi, kapasitas, pengalaman serta kemampuan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi.

Selain itu, pelantikan juga dilakukan untuk menyesuaikan jabatan administrator dan pengawas dengan kebutuhan organisasi, termasuk pengisian Kepala Subbagian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari struktur organisasi dan tata kerja perangkat daerah.

“Artinya, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, ini adalah bagian dari proses menata organisasi agar lebih efektif, lebih responsif dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan,” ungkap Sanjaya.

Penekanan terhadap kompetensi dan sistem merit menjadi salah satu pesan penting dalam pelantikan tersebut.

Sanjaya menegaskan bahwa pengisian jabatan harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi, kompetensi serta prinsip sistem merit berbasis talenta.

Dalam konteks tersebut, pejabat yang memperoleh amanah dituntut mampu membuktikan kepercayaan yang diberikan melalui kualitas kerja, integritas dan pencapaian kinerja.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Dukung Pembukaan Fakultas Kedokteran UNBI, Perkuat Denpasar sebagai Pusat Pendidikan Kesehatan

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah menjalankan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab.

Apresiasi juga diberikan kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali atas pengawasan proses seleksi serta Badan Kepegawaian Negara yang memberikan dukungan pembinaan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan manajemen ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Menutup arahannya, Bupati Sanjaya meminta seluruh pejabat yang dilantik menjadikan disiplin sebagai budaya kerja.

Para pejabat juga diminta segera melakukan konsolidasi internal, menyusun langkah strategis serta memastikan seluruh program dan kegiatan berjalan secara tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat.

Sanjaya menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja.

“Jabatan bukan hak yang melekat selamanya. Jabatan adalah amanah yang harus dijaga melalui kinerja, kompetensi, disiplin, integritas dan tanggung jawab,” tegasnya.

Ia meminta seluruh pejabat menunjukkan melalui kerja nyata bahwa kepercayaan yang diberikan memang layak diterima.

“Selamat bekerja, segera lakukan konsolidasi internal, susun langkah strategis, pastikan program dan kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai fondasi kuat menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pungkas Sanjaya.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat kapasitas birokrasi sekaligus memastikan struktur organisasi pemerintahan bergerak lebih efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here