Putri Koster Ajak Perempuan Bali Berani Jadi Womenpreneur Tanpa Tinggalkan Jati Diri

0
52
Foto: Putri Koster saat menghadiri talkshow “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” di Sanur. (Dok.Prk.Bali).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE.COM – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengajak perempuan Bali untuk berani mengembangkan potensi diri dan menjadi womenpreneur tanpa meninggalkan jati diri, adat, budaya, dan tradisi Bali.

Hal tersebut disampaikan Putri Koster saat menghadiri talkshow inspiratif bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” yang digelar di Atrium Icon Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026).

Putri Koster menegaskan, adat dan tradisi Bali tidak menjadi penghalang bagi perempuan untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi. Sebaliknya, nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun justru dapat menjadi kekuatan dalam membentuk karakter perempuan Bali yang tangguh.

“Adat, budaya, dan tradisi Bali selalu memberikan peluang bagi perempuan untuk mandiri,” ungkap Putri Koster.

Menurutnya, perempuan Bali memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi, mengejar minat, mewujudkan cita-cita, serta mengambil peran di ruang publik. Salah satu bentuknya adalah dengan terjun ke dunia kewirausahaan dan membangun usaha secara mandiri.

Putri Koster mengatakan, menjadi seorang womenpreneur membutuhkan karakter yang kuat, keberanian, konsistensi, serta kemampuan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Womenpreneur harus memiliki jiwa yang kuat dan pantang menyerah. Jika jatuh, bangkit lagi. Harus memiliki visi dan tujuan, serta disiplin dan inovatif,” imbuhnya.

Perempuan Bali Dinilai Memiliki Karakter Tangguh

Lebih lanjut, Putri Koster menilai karakter tangguh dan pantang menyerah sesungguhnya telah melekat dalam kehidupan perempuan Bali. Perempuan Bali selama ini terbiasa menjalankan berbagai peran secara bersamaan, mulai dari mengurus keluarga, menjalankan kewajiban adat dan tradisi, hingga bekerja dan beraktivitas di ruang publik.

Baca Juga:  Bawa Misi Lingkungan, Gubernur Koster Lepas Kontingen Pramuka Bali Menuju Jambore Nasional XII di Cibubur

Karena itu, ia mendorong perempuan Bali untuk tidak takut mengambil kesempatan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Jangan takut, lakukan saja. Ibu yakin perempuan Bali pasti bisa. Namun, semuanya tetap harus dijalankan secara seimbang. Jangan sampai melupakan perannya sebagai ibu rumah tangga,” katanya.

Menurut Putri Koster, peran perempuan dalam keluarga tetap menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan. Perempuan memiliki posisi strategis sebagai ibu dan istri, termasuk dalam mendampingi suami serta menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Dengan demikian, menurutnya, keberhasilan perempuan dalam membangun usaha bukan hanya diukur dari pencapaian ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keseimbangan antara keluarga, tanggung jawab sosial, adat, dan aktivitas profesional.

Perempuan Jadi Penggerak UMKM

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Ia menyebutkan, sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan.

“Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu menopang perekonomian daerah dan nasional, sekaligus menciptakan efek berganda yang positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua Umum Kadin Bali Dorong Peningkatan Ekspor, Hadiri Pelantikan DPD GPEI Bali 2026–2031

Dyah Roro menegaskan, Kementerian Perdagangan bersama pemerintah pusat akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha dalam mendorong kemajuan UMKM serta sektor industri.

Sinergi tersebut dilakukan melalui berbagai program dan fasilitas yang diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar.

Dorong Perempuan Bali Naik Kelas

Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak perempuan Bali untuk berani memulai dan mengembangkan usaha.

Menurutnya, keberadaan perempuan dalam sektor kewirausahaan memiliki potensi besar dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui pengembangan produk-produk lokal Bali.

Ia menilai semakin banyak perempuan yang membangun dan mengembangkan UMKM lokal, seperti industri kerajinan, tenun, serta berbagai sektor kreatif lainnya, maka semakin besar pula peluang produk lokal Bali untuk berkembang dan naik kelas.

Semangat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Perempuan Bali tidak hanya memiliki kesempatan untuk menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan identitas budaya Bali melalui produk dan kreativitas yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui talkshow tersebut, perempuan Bali diharapkan semakin percaya diri untuk mengambil peran dalam pembangunan, mengembangkan usaha, serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan nasional, dengan tetap menjadikan adat, budaya, dan nilai-nilai Bali sebagai bagian dari jati diri.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here