
Karya Diikuti 60 Puspa, Perkuat Sinergi Puri dan Desa Adat dalam Melestarikan Tradisi Hindu Bali
DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri prosesi Mapurwa Daksina dalam rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Denpasar, Jumat (7/8).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII, para penglingsir puri, tokoh adat, serta undangan lainnya.
Rangkaian puncak karya diawali dengan prosesi Atetangi, dilanjutkan Ngadegang Puspa Lingga dan Melaspas Puspa. Selanjutnya dilaksanakan prosesi Mapurwa Daksina, yang dirangkaikan dengan Rsi Bujana serta Utpeti Stiti Puja. Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Karang, Ida Pedanda Gede Raka Timbul, Ida Pedanda Gede Putra Keniten, serta Ida Pedanda Buddha Jelantik Adnyana.
Di sela-sela pelaksanaan karya, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Karya Pitra Yadnya yang dinilai menjadi wujud nyata pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual Hindu Bali.
Menurutnya, pelaksanaan karya tersebut menunjukkan eratnya sinergi antara Puri Agung Dangin Puri dengan Desa Adat Denpasar dalam menjaga tradisi warisan leluhur sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Kekompakan antara puri dan krama adat dalam mendukung pelaksanaan karya ini patut diapresiasi. Tentunya karya ini memberikan manfaat sekaligus kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya sebagai umat Hindu Bali,” ujar Jaya Negara.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari komitmen menjaga eksistensi budaya Bali di tengah perkembangan zaman.
“Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi serta dukungan atas pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, memberikan makna spiritual, serta kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya,” tambahnya.
Sementara itu, Manggala Karya Anak Agung Ngurah Made Mahendra menjelaskan bahwa hubungan antara Puri Agung Dangin Puri dan Desa Adat Denpasar telah terjalin erat sejak lama sebagai satu kesatuan yang saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan adat maupun keagamaan.
Ia mengatakan, pada pelaksanaan Karya Penileman Maligia Punggel Utama tahun ini diikuti sebanyak 60 puspa, yang menjadi simbol kebersamaan serta semangat ngayah seluruh krama dalam menyukseskan pelaksanaan yadnya.
Menurutnya, keterlibatan puluhan puspa tersebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat adat dalam menjaga kelestarian tradisi, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Pewarta/Editor: I Nyoman Arta Wirawan


