Hadiri Pelantikan Pengurus GPEI, Gubernur Koster Dorong Bali Jadi Hub Ekspor Produk Nusantara

0
49
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Ketua Umum Kadin Bali, Made Ariandi, Ketua DPD GPEI Bali, dan Konsul Jenderal Tiongkok melepas ekspor perdana salak gula pasir milik PT Bali Organik Subak menuju Tiongkok usai Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali Masa Bakti 2026–2031 di The Keranjang Bali, Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (6/8/2026).

Wamendag RI Lepas Ekspor Perdana Salak Bali ke Tiongkok, Kadin Bali dan GPEI Teken MoU Penguatan Ekspor

BADUNG, KEN-KEN KHABARE – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya menjadikan Bali sebagai hub ekspor produk Nusantara saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (6/8/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri, Ketua Umum Kadin Bali, Konsul Jenderal Tiongkok di Denpasar, jajaran pengurus DPP dan DPD GPEI, pelaku usaha ekspor, asosiasi perdagangan, serta para pemangku kepentingan sektor perdagangan dan investasi.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa Bali selama ini secara nyata telah menjadi pintu ekspor berbagai komoditas unggulan dari sejumlah daerah di Indonesia. Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal melalui sebuah sistem yang terintegrasi.

Baca Juga:  Ketua Umum Kadin Bali Dorong Peningkatan Ekspor, Hadiri Pelantikan DPD GPEI Bali 2026–2031

“Faktanya sekarang Bali sebenarnya sudah menjadi hub ekspor, hanya saja belum dipolakan dan dikelola. Kalau ini dikelola dengan baik, pertumbuhan ekspor Indonesia akan semakin meningkat. Karena Bali sudah memiliki branding dan standar mutu yang dipercaya pasar dunia,” ujar Koster.

Menurut Koster, keunggulan citra Bali di mata dunia menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen membangun ekosistem perdagangan yang mampu menghubungkan produk-produk unggulan Nusantara dengan pasar global.

Untuk mendukung visi tersebut, Pemprov Bali saat ini tengah menyiapkan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali yang di dalamnya akan dilengkapi fasilitas Bali Expo sebagai pusat promosi perdagangan, investasi, budaya, dan produk unggulan daerah. Pembangunan zona inti direncanakan mulai ditenderkan pada Desember 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027.

Selain memperluas akses pasar, Gubernur Koster juga mendorong agar pelaku usaha tidak hanya mengekspor bahan baku atau komoditas mentah, tetapi mulai meningkatkan ekspor produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Kalau bisa yang diekspor bukan hanya komoditas mentah, tetapi juga produk olahan sehingga nilai ekonominya meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus DPD GPEI Bali yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kontribusi Bali dalam meningkatkan nilai ekspor nasional.

Baca Juga:  Pemkab Badung dan DPRD Sepakati KUA-PPAS 2027, Belanja Daerah Naik Jadi Rp14,2 Triliun

Menurutnya, Pemerintah menargetkan nilai ekspor Indonesia pada tahun 2026 mencapai US$315 miliar, sementara hingga saat ini telah terealisasi sekitar US$218 miliar. Bali dinilai memiliki peluang besar untuk membantu pencapaian target tersebut melalui berbagai komoditas unggulan seperti salak, manggis, buah tropis, hasil perikanan, hingga produk kerajinan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Bali, Made Ariandi, menyampaikan optimisme bahwa kehadiran GPEI Bali akan semakin memperkuat daya saing ekspor daerah. Bali dinilai memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan industri kreatif yang selama ini telah diminati pasar internasional.

Sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan ekspor daerah, Kadin Bali dan DPD GPEI Bali menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai sinergi pengembangan perdagangan internasional dan peningkatan ekspor produk asal Bali.

Ketua DPD GPEI Bali Masa Bakti 2026–2031, A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap sektor perdagangan internasional.

Menurutnya, GPEI Bali siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kontribusi ekspor Bali sekaligus mewujudkan Bali sebagai hub ekspor produk Nusantara dan pusat trade tourism di Indonesia.

Rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan pelepasan ekspor perdana salak gula pasir milik PT Bali Organik Subak seberat 3,5 ton dengan nilai ekspor sekitar US$13.000 menuju Tiongkok.

Pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua Umum Kadin Bali, Ketua DPD GPEI Bali, serta Konsul Jenderal Tiongkok dengan mengibaskan bendera keberangkatan truk ekspor sebagai tanda dimulainya pengiriman komoditas unggulan Bali ke pasar internasional.

Momentum tersebut menjadi simbol kuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan pelaku ekspor dalam memperkuat posisi Bali sebagai gerbang perdagangan internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan ekspor yang berkelanjutan.

Pewarta/Editor: I Nyoman Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here